Kiat Wujudkan Rantai Pasok Maritim yang Terintegrasi Menurut Pakar UGM

69
Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM ini berharap sektor maritim bisa berkembang sampai bisa mencapai level rantai pasok yang terintegrasi. Foto: Ist
Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM ini berharap sektor maritim bisa berkembang sampai bisa mencapai level rantai pasok yang terintegrasi. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Melihat peta pelabuhan di Indonesia, dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM, Dr. Ir. Adi Djoko Guritno, M.S.I.E menyampaikan pandangannya.

Menurut Adi, di beberapa titik sudah over exploited akan sumber daya maritim, terutama di wilayah Jawa Utara.

“Namun, masih ada beberapa wilayah perairan yang potensi maritimnya masih tinggi, seperti di wilayah Natuna dan Aru.”

“Potensi maritim kita masih tinggi, hanya saja perlu ada berbagai terobosan agar pasarnya terjamin,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dari sisi logistic cost, kata Adi, bagian dari proses produksi ikan laut yang memakan biaya tinggi adalah transportasi dan pengadaannya.

Sementara dari supply chain maritime, beban terbesar bertumpuk pada material handling, maintenance, dan inventory.

Menurut Adi, fokus kebijakan berikutnya mengenai maritim perlu membahas persoalan ini.

Baca juga: Agus Taolin, Dokter Berprestasi Lulusan UGM Terpilih sebagai Bupati Kabupaten Belu

“Akankah kita akan menyusun supply chain yang berkeadilan? Semua tergantung pada pembuat kebijakan,” ujarnya.

Adi melihat situasi supply chain maritim saat ini, pemilik bisnisnya terpisah-pisah, sehingga kebutuhannya juga terpisah-pisah.

“Situasi seperti ini menimbulkan entitas bisnis yang berbeda-beda. Jika demikian, usaha untuk mencapai kesamaan yang objektif tentu akan sulit.”

“Salah satu atau dua pebisnis dalam rantai pasok tidak menutup kemungkinan mengeksploitasi semaksimal mungkin demi keuntungannya,” terangnya.

Pemerintah daerah yang bergerak di bidang maritim dan kelautan, kata Adi, seharusnya bisa mengadopsi target oriented supply chain.

Target utama dari orientasi rantai pasok tersebut terletak pada ekornya yaitu, sales and retail.

Tugas pemerintah untuk memprediksi kebutuhan. Baru kemudian berpikir cara pendistribusian, transportasi, pemrosesan kapasitas, dan pengadaannya.

Baca juga: Kemenhub RI Dukung Produk Fashion Indonesia Masuk ke Pasar Dunia