Minggu, 16 Juni 2024 | 10:08 WIB

Model Perjuangan Masa Kini Menurut Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan

Baca juga: Bupati Muda Mahendrawan Kembangkan Inovasi Kekayaan Lokal di Kubu Raya

Nyoman Oka hanyalah polisi yang kebetulan tahu bahwa ada perang saat dini hari pulang patroli.

Namun, dia tak mau menyia-nyiakan momen emas dengan melibatkan diri dalam perang melawan Jepang. Sebab, Nyoman Oka tahu apa bedanya tugas dan tanggung jawab.

“Saya juga sering menerapkan itu di pemerintahan, bahwa kita ini jangan hanya bicara tugas. Kalau tugas, seolah-olah karena didikte, diperintah, karena tekanan,” tutur Bupati.

“Tanggung jawab itu panggilan nurani. Kalau sudah begini kan tanggung jawab kepada negara. Saya merasa bertanggung jawab juga kepada saya dan generasi semuanya. Jangan cuma pro formalitas,” tegasnya.

Dalam pandangan Bupati Muda, perjuangan dia dan rekan-rekan di Pemerintah Daerah adalah mencari inovasi, terobosan, dan langkah-langkah nyata yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Hal itu guna menajamkan arah menuju kehidupan yang layak. Visi dan misi yang dibawa Bupati kelahiran 1970 ini jelas.

Yakni membangun Kubu Raya mengacu pada 17 tujuan dan 169 target sesuai SDGs (Sustainable Development Goals), serta berdasarkan data geospasial.

Foto sketsa wajah I Dewa Nyoman Oka. Foto: Ist
Foto sketsa wajah I Dewa Nyoman Oka. Foto: Ist

Baca juga: Warga KAGAMA Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Tanah Air

Adapun 17 tujuan itu di antaranya adalah: pendidikan berkualitas; kehidupan sehat dan sejahtera; pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi; serta Industri, inovasi, dan infrastruktur.

Pada tujuan pendidikan misalnya, Bupati Muda telah menginisiasi beberapa program penguatan di berbagai jenjang, seperti mengembalikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).

Kemudian, pada tujuan sehat dan sejahtera, bapak tiga orang anak ini mendorong Puskesmas untuk melakukan pelayanan di luar gedung. Yakni layanan kesehatan terpadu secara jemput bola pada Selasa-Jumat.

Program ini membuat Puskesmas mampu menjalankan fungsi promotif dan preventif.

Selain itu, Bupati Muda mendorong pencegahan gizi buruk dengan menanam padi inpari nutri zinc bersama petani Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap.

Hal yang mengesankan dan mencuri perhatian adalah inovasi yang telah dicanangkan sang Bupati. Seperti Cash Management System (CMS) untuk pengelolaan keuangan desa secara nontunai sejak 2019.

Kemudian, pada 2020 pihaknya mengembangkan Siskeudes On Line untuk seluruh desa di kubu raya, selain CMS.

Baca juga: Rimbawan KAGAMA Angkat Bicara soal Penetapan Luas Hutan Minimum 30 Persen di UU Nomor 41/1999


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA