Mimpi Besar Bupati Petrus Kasihiw terhadap 3 Potensi Biota Mangrove di Teluk Bintuni

487

Baca juga: Kata Dirut Kimia Farma tentang Peluang dan Tantangan Apoteker di Masa Depan

“Saya ingin menggeliatkan UMKM sebagai core bisnis dari produk makanan olahan. Contohnya kerupuk ikan, kepiting, dan udang,” jelasnya.

Menurut Piet, selain pengolahan, pemberian nilai tambah pada produk olahan juga harus memerhatikan aspek kebersihan dan kemasan yang menarik.

Dia bersama Pemkab mendorong pelaku UMKM agar Teluk Bintuni dikenal sebagai daerah produsen Seafood di Indonesia.

Dengan demikian, ekonomi masyarakat setempat dapat meningkat.

Bupati kelahiran 1964 ini menyatakan, Pemkab Teluk Bintuni akan memberi bantuan untuk bisa memasarkan produk olahannya.

Baca juga: Bupati Willem Wandik Yakin Masyarakat Puncak Makin Sejahtera Berkat Jembatan Sinak

“Untuk pemasaran dari produk ini, pasar nasional dan internasional akan kami sasar,” tutur Piet.

“Bahkan ada beberapa investor dari Jepang dan Tiongkok yang sudah mulai melirik potensi ini. Karena itu, akan saya maksimalkan komoditasnya (udang jerbung, ikan kakap, kepiting bakau).”

“Mereka itu kan penggila kudapan seafood. Jadi pasar nantinya ada. Nah, tinggal bagaimana saya dan Pak Matret (wakil bupati) akan mengakomodasi potensi pasar ini dengan UMKM yang ada di Bintuni,” terangnya.

Menurutnya, industri pengolahan makanan yang kelak hadir akan menyentuh ranah pemberdayaan masyarakat.

Hal ini juga mendukung Teluk Bintuni sebagai Kawasan Industri Khusus.

Baca juga: Bangun Pusat Pelatihan Agribisnis, Bupati Petrus Kasihiw Siap Buat Teluk Bintuni Jadi Sentra Kopi