Kamis, 20 Juni 2024 | 20:15 WIB

Wimboh Santoso di KAGAMA Inkubasi Bisnis XIV: Ekonomi Indonesia Akan Membaik di Kuartal 3

Baca juga: Ari Dwipayana: Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Tidak Berdiri Sendiri

“Covid-19 bisa diatasi dengan lebih baik, diminimalkan penyebarannya. Yang positif bisa di-treatment dengan baik, dan masyarakat disiplin protokol.”

“Itulah fundamental yang harus kita lakukan bersama-sama,” terangnya.

Wimboh melanjutkan, yang harus dilakukan Indonesia saat ini adalah pendekatan preemptive, extraordinary, dan forward looking.

Karena itu, Pemerintah, stakeholder, pebisnis, dan masyarakat mesti bekerja sama.

Pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK menerjemahkan tiga pendekatan tersebut dengan berbagai program dan kebijakan.

Baca juga: 3 Warga KAGAMA Dilantik Jadi Pjs Bupati di Provinsi Bengkulu

Seperti pemberian stimulus fiskal (Rp692,5 triliun), jaring pengaman sosial, restrukturisasi kredit untuk sektor riil, penurunan suku bunga (BI7DRR: 4 kali sebesar 100 bps menjadi 4 persen), dan relaksasi pajak. Hal-hal tersebut tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh Pemerintah.

“Dengan Perppu 1 2020 yang telah menjadi UU Nomor 2 2020, Pemerintah memberi kewenangan extraordinary kepada tiga lembaga ini bersama LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).”

“Di antaranya boleh defisit anggaran -3 persen. Di samping itu lembaga tersebut juga diberikan mandat besar dalam melakukan eksekusi kebijakan,” jelas Wimboh.

Wimboh berpendapat, PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia yang -5,32 persen pada kuartal dua 2020 sebenarnya tidak terlalu jelek.

Namun, bagi negara lain, nilai tersebut cukup tinggi. Hal ini karena perekonomian di Indonesia benar-benar didukung oleh perdagangan domestik.

Baca juga: Filosofi yang Ingin Disampaikan KAGAMA Bengkulu Lewat Kebun Sayuran


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA