Rabu, 29 Mei 2024 | 10:10 WIB

Energi Baru dan Terbarukan Sangat Cocok bagi Indonesia

Baca juga: Respons Bupati Petrus Kasihiw untuk Bangkitkan UMKM Teluk Bintuni pada Masa Pandemi

Per Mei 2020, EBT punya porsi 14,21 persen dalam bauran penggunaan energi nasional.

Fokus pengembangan EBT didukung dengan upaya Pemerintah dalam menurunkan konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak) dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk tahun 2020, Indonesia punya target penurunan konsumsi BBM sebanyak 2,91 persen.

Namun demikian, ada sejumlah strategi yang menurut Agus bisa mempercepat realisasi target bauran EBT.

“Pertama, mendukung pelaksanaan RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PLN Persero 2019-2028. Kedua, penciptaan pasar,” ucap Agus.

Baca juga: Kata Ekandari Sulistyanngsih, Canthelan adalah Sarana Penyembuhan Diri di Masa Pandemi

“Ketiga, pengembangan biofuel dan green fuel. Keempat, pengadaan PLT EBT skala masif. Kelima, merevisi peraturan dan perundang-undangan pengembangan EBT.”

“Dan keenam, Undang-Undang EBT,” jelas pakar Energi Terbarukan UGM ini.

Dijelaskan Agus, proyek 35 megawatt (PLT Uap) yang jadi program unggulan Presiden Joko Widodo memang punya peran dalam mewujudkan EBT.

Sebab, batu bara kini menjadi tumpuan dalam pembangkitan listrik, yakni 47 persen.

Akan tetapi, selain itu, PLN tidak ketinggalan mengembangkan PLT Air dan PLT Surya.

Baca juga: Dirjen PDASHL Alumnus UGM Ingin Tumbuhkan Sentra Ekonomi Baru dengan Kacang Macadamia


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA