Almarhum Djoko Dwiyanto di Mata Ketua KAGAMA Kaltim: Sosok Kakak yang Serius tapi Selengean

985

Baca juga: Bisa Timbulkan Penyakit, Begini Cara Menangani Limbah Budidaya Ikan

Melalui karyanya itu, Djoko ingin memopulerkan dua jenis penerapan ilmu pembacaan prasasti kuno, yakni auto dan filoepigrafi.

Kecintaannya pada budaya juga membuat Djoko ingin menjadikan Sumbu Filosofi Budaya DIY sebagai warisan budaya dunia.

Hal itu merupakan misinya saat dilantik menjadi Ketua Dewan Kebudayaan DIY (periode 2020-2022), Agustus lalu.

Djoko Dwiyanto di Mata Ketua KAGAMA Kalimantan Timur

Sebagaimana manusia pada umumnya, perjalanan hidup Djoko Dwiyanto meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga terdekatnya.

Hal ini seperti diungkapkan Ketua KAGAMA Kalimantan Timur (Kaltim), dr. Joko Martono, yang merupakan adik almarhum.

Baca juga: Dorong Semangat Menjadi Petani Kaya, Founder Woody Park Gelar Kegiatan Pelatihan Mencangkok Cepat

Di mata Joko, anak kedua dari 12 bersaudara itu adalah sosok teladan bagi adik-adiknya. Sebab, almarhum memiliki sikap yang ulet, istikamah, dan logis.

“Pribadi yang sangat logis, mengedepankan logika tanpa mengesampingkan nilai-nilai spiritual,” kata Joko, saat dihubungi Kagama melalui pesan WhatsApp.

“Dua hal yang saya rasa selalu menjadi pegangan almarhum dalam setiap menyelesaikan tantangan/masalah,” jelasnya, mengenai sang kakak.

Selain itu, menurut Joko, almarhum sangat senang berorganisasi dan terlibat dalam aktivitas sosial.

Sang kakak pernah menjadi dosen pembimbing lapangan dalam KKN mahasiswa, ketua Jurusan Arkeologi UGM, Ketua Koperasi KAGAMA, dan Kepala Dinas Kebudayaan DIY perode 2008-2010.

Baca juga: Ketiadaan Sosok Pemimpin yang Tepat Membuat Perusahaan Jalan di Tempat