Bupati Gabriel Asem Siap Jadikan Hutan Adat Kabupaten Tambrauw sebagai Destinasi Birdwatching

518
Bupati alumnus UGM, Gabriel Asem, berkomitmen menjadikan Kabupaten Tambruw sebagai The Second Raja Ampat. Foto: Sorong Raya
Bupati alumnus UGM, Gabriel Asem, berkomitmen menjadikan Kabupaten Tambruw sebagai The Second Raja Ampat. Foto: Sorong Raya

KAGAMA.CO, TAMBRAUW – Saat diwawancarai Kagama beberapa waktu lalu, Bupati Tambrauw, Gabriel Asem, M.Si., mengatakan bahwa wisata menjadi salah satu fokus pembangunan daerah pimpinannya.

Gabriel berkomitmen membangun Tambrauw sebagai The Second Raja Ampat.

Sebab, sebagian besar wilayah Tambrauw adalah daerah cagar alam.

Sekitar 80 persen dari kabupaten dengan luas lebih dari 11.500 km persegi ini adalah hutan konservasi.

Status daerah cagar alam juga merupakan pertanda bahwa ada berbagai macam flora dan fauna di Tambrauw.

Baca juga: Menuju Indonesia Emas, Hendri Saparini Dorong Reformasi Ekonomi yang Adil

Salah satu fauna yang disebut Gabriel bisa menjadi daya tarik Tambrauw adalah penyu belimbing.

Selain itu, kabupaten di Papua Barat ini ternyata punya cenderawasih dan ratusan spesies burung lain.

Karena itu, Alumnus Magister EKonomika Pembangunan UGM ini berharap Tambrauw dikembangkan sebagai destinasi birdwatching.

Hal itu dia ungkapkan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Selasa (18/8/2020) lalu.

“Hutan adat bila mempunyai nilai ekonomi tinggi, maka akan membantu masyarakat. Termasuk untuk mendukung kegiatan seperti birdwatching,” kata Gabriel, Ketua KAGAMA Papua Barat ini.

Baca juga: Bisnis Peternakannya Jatuh Tersungkur, Ketua KAGAMA Kediri Ini Bangkit Berkat Petuah Ibunda