Ketua UKM Unit Fotografi UGM: Fotografi Bukanlah Kompetisi Alat yang Paling Bagus

805

Baca juga: Orang Indonesia Harus Berani Kuliah di Harvard

Alhasil, mereka berusaha membuat kegiatan berbasis online guna meminimalkan kontak langsung.

“Seperti Challenge Foto dan Pameran Online yang diadakan pertengahan bulan Mei kemarin,” ucap Marko.

“Saat ini pula, UFO sedang menggelar kegiatan kolektif yang diinisiasi oleh Anglubis (Anggota Luar Biasa), yaitu anggota UFO yang sudah lulus kuliah, bernama ‘NewNormalDiary’.”

“Sebuah kegiatan untuk memfoto kegiatan keseharian pada saat kondisi New Normal saat ini,” terang pemuda kelahiran 24 Juni 2000 ini.

UFO juga tengah fokus dalam kegiatan internal untuk meregenerasi angkatan setelah Marko (saat ini angkatan 26).

Juara Harapan 1 & 2 CPM Cirebon. Foto: Dok. UFO
Juara Harapan 1 & 2 CPM Cirebon. Foto: Dok. UFO

Baca juga: Prihatin Para Tetangga Terdampak Pandemi, Rimbawati UGM Ini Pasang Canthelan di Desa Singosaren, Bantul

Tips Fotografi Pemula

Untuk pemula, hasil foto adalah urusan terakhir bagi Marko. Hal yang terpenting menurutnya adalah motivasi untuk memotret dan proses memproduksi suatu karya.

Selain itu, masih kata Marko, jangan mementingkan alat. Akan tetapi, bangunlah ide-ide kreatif saat memotret.

Ide-ide itu bisa didapat dari berbagai referensi: Instagram, buku foto, dan lain sebagainya.

“Karena sejatinya, fotografi bukanlah sebuah kompetisi alat yang paling bagus,” kata Marko.

“Tapi bagaimana kita dapat menangkap dan melukis melalui cahaya yang kita tangkap dengan kamera.”

“Makanya, kamera adalah alat, medium untuk mengekspresikan idealisme dan ide–ide kreatif yang ada di dalam kepala kreatif kalian.”

“Melalui foto, kita dapat mengekspresikan apa yang tidak dapat didesksprisikan oleh kata,” pungkasnya. (Ts/-Th)

CPM Jogja 2019. Foto: Dok. UFO
CPM Jogja 2019. Foto: Dok. UFO

Baca juga: KAGAMA Bali Gelar Pameran Seni Rupa sebagai Refleksi Masa Pandemi