Aneka Macam Usaha yang Dibangun Kabupaten Kebumen Saat Bernama Panjer

1170
Ada beragam usaha yang dirintis di Kabupaten Kebumen ketika Kesultanan Mataram dipimpin oleh Amangkurat I. Foto: Ist
Ada beragam usaha yang dirintis di Kabupaten Kebumen ketika Kesultanan Mataram dipimpin oleh Amangkurat I. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JOGJANESIA – Ratu Ayu Retno Dumillah memerintahkan adiknya, Pangeran Bumidirjo, untuk mengembangkan wilayah barat Kesultanan Mataram (Brang Kulon).

Pekerjaan besar pun dimulai Bumidirdjo sejak 1594. Dia membangun daerah pemukiman dan beragam pasar di tanah yang kemudian diberi nama Panjer.

Menurut Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara (LOKANTARA), Dr. Purwadi, M.Hum, panjer berarti lampu penerang yang menyala terus menerus. Mulai 1861, Panjer berganti nama menjadi Kabupaten Kebumen.

Dalam rentang 1594-1861, ada banyak cerita yang mengiringi perkembangan wilayah di kawasan Pegunungan Serayu itu.

Dimulai pada 1612, ketika anak perempuan Pangeran Bumidirdjo, Dewi Majati, dinikahkan dengan Pangeran Maduseno.

Baca juga: Lulusan SMK Dicap Jadi Penganggur Terbesar di Indonesia, Dirjen Wikan: Itu Tak Akan Lagi Terjadi

Pangeran Maduseno adalah cucu dari raja pertama Mataram, Panembahan Senapati.

Tak lama setelah pernikahan itu terjadi, Maduseno diangkat jadi kepala wilayah Kawedanan Panjer.

“Kawedanan Panjer masih diampu langsung oleh pemerintahan pusat Kerajaan Mataram. Rajanya Sultan Agung Hanyakrakusumo tahun 1613 sampai 1645,” kata Purwadi.

Di bawah kepemimpinan Maduseno, Panjer meraih prestasi yang cukup untuk dinaikkan statusnya.

Maka pada 1642, Sultan Agung mengesahkan Panjer sebagai kabupaten otonom.

Baca juga: Kraton Surakarta Doakan Keselamatan NKRI Lewat Upacara Labuhan