Awal Tahun Depan Indonesia Siap Produksi Vaksin Covid-19 dalam Skala Besar

401
Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/BRIN, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., menjelaskan progres pengembangan vaksin Covid-19 di Indonesia. Foto: Ist
Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/BRIN, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., menjelaskan progres pengembangan vaksin Covid-19 di Indonesia. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia belum juga berkurang.

Data terbaru yang dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat sudah ada 57.770 kasus positif per Rabu (1/6/2020).

Sementara itu, orang yang memperoleh kesembuhan baru mencapai 25.595 jiwa. Adapun korban yang meninggal dunia 2934 orang.

Penanganan secara baik sangat dibutuhkan agar korban tak lagi bermunculan. Oleh karena itu, salah satu cara untuk menangani penyebaran Covid-19 adalah melalui vaksin.

Demikian seperti dituturkan oleh Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.

Baca juga: Menteri Basuki Genjot Infrastruktur untuk Selamatkan Ekonomi Perdesaan

“Memastikan 265 juta orang Indonesia untuk memiliki akses ke vaksin yang manjur adalah hal terpenting,” tutur Ghufron kepada Kagama, Kamis (2/7/2020) di Istana Negara.

Ghufron menyatakan, obat efektif untuk penanganan Covid-19 belum ditemukan.

Sehingga, langkah yang diambil Pemerintah pengembangan vaksin mandiri, cepat, dan efektif. Baik itu melalui kolaborasi nasional atau bekerjasama dengan negara lain.

Melaui vaksin, mantan dekan FK-KMK UGM ini percaya kondisi kesehatan dan mata pencahariaan masyarakat Indonesia dapat diamankan.

“Saat ini, Indonesia mengembangkan sub unit protein vaksin dan mengisolasi virus yang dilakukan oleh Lembaga Eijkman,” ujar Ghufron.

Baca juga: KAGAMA Manado Bagikan Masker dan Pelindung Wajah kepada Lansia