Perkuat Persatuan dan Kebhinekaan di Tengah Pandemi Covid-19

8406
Habib Muhammad Luthfi Ali Yahya, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, mengatakan bahwa memelihara kebhinekaan akan menjadi benteng yang kuat sebagai pertahanan nasional dan mempertahankan persatuan serta kesatuan bangsa sehingga menjadi bangsa yang tidak dapat digoyangkan. Foto: Setneg
Habib Muhammad Luthfi Ali Yahya, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, mengatakan bahwa memelihara kebhinekaan akan menjadi benteng yang kuat sebagai pertahanan nasional dan mempertahankan persatuan serta kesatuan bangsa sehingga menjadi bangsa yang tidak dapat digoyangkan. Foto: Setneg

KAGAMA.CO, BREBES – Habib Muhammad Luthfi Ali Yahya, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) melakukan silaturahmi kebinekaan di Kabupaten Brebes, Rabu (24/6/2020).

Silaturahmi kebinekaan diselenggarakan dengan mengunjungi tempat-tempat ibadah dengan tujuan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Kali ini tempat ibadah yang dikunjungi antara lain Masjid Agung Kabupaten Brebes, Kelenteng Hok Tek Bio, Gereja Katolik Santa Maria Fatima Brebes.

Habib Luthfi mengatakan bahwa silaturahmi kebinekaan merupakan cara untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Di tengah pandemi Covid-19 perlu adanya penguatan dalam kebersamaan dan solidaritas antar sesama masyarakat dan anak bangsa.

Baca juga: Belajar dari Kisah Nabi Ibrahim untuk Menghadapi Pandemi

“Kokohnya negara persatuan dan kesatuan Republik Indonesia haruslah dengan memelihara kebhinekaan ini agar kita saling menjunjung, menghormati, dan menghargai di antara sesama,” tutur Habib Luthfi.

Dengan mempertebal kekuatan dan menambah pertahanan nasional yaitu dengan memperkokoh masjid atau tempat ibadah yang lain dan menjadi contoh tauladan dalam berbangsa.

“Itulah alat kebhinekaan yang harus kita bina dan dengan memelihara kebhinekaan menjadi bekal untuk generasi mendatang.”

“Semua akan menjadi benteng yang kuat sebagai pertahanan nasional dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa sehingga menjadi bangsa yang tidak dapat digoyangkan,” jelas Habib.