Jumat, 24 Mei 2024 | 05:07 WIB

Dubes Kenssy Ungkap Kunci Sukses Ceko Tangani Corona

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Ceko merupakan salah satu negara tercepat dalam penanganan kasus Covid-19.

Sejak kasus pertama sampai pada 23 Juni 2020, jumlah kasus positif sekitar 10 ribu orang dinyatakan sembuh mendekati angka 8 ribu orang, dan meninggal dunia sebanyak 337 orang.

Kasus pertama Covid-19 di Ceko diketahui pada akhir Februari 2020 dan merupakan imported case dari Italia. Namun, kemudian disusul dengan kemunculan transmisi lokal.

Dubes RI untuk Republik Ceko, Kenssy D. Ekaningsih mengatakan, pemerintah saat itu langsung bertindak cepat dan menyatakan status darurat.

“Puncak kasus terjadi pada bulan 27 Maret 2020. Jumlah kasus yang terpapar maksimal ada 373 dalam satu hari. Setelah berada di puncak, kasus positif kemudian menurun,” ujarnya.

Baca juga: Normal Baru adalah Jalan Keluar, Tetapi…

Hal tersebut dia sampaikan dalam webinar bertema Memasuki Era Kenormalan Baru: Pembelajaran dari Indonesia dan Republik Ceko, yang digelar oleh Universitas Widya Mataram dan Param Parampara Praja DIY, pada Rabu (25/06/2020), secara daring.

Ada pun berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Ceko kala itu. Seperti menghentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah, larangan berkumpul, penutupan seluruh tempat wisata, semua toko ditutup kecuali toko logistik dan kebutuhan sehari-hari, serta menerapkan lockdown pada 16 Maret.

“Saat masih berstatus darurat, masyarakat tertib melakukan physical distancing. Dalam satu bulan semua WfH, serta semua orang yang di luar rumah harus menggunakan masker,” ungkap alumnus Ilmu Hubungan Internasional UGM angkatan 1978 ini.

Pasca puncak kasus pada 27 Maret 2020, Ceko mulai membuka akses beberapa ruang publik secara bertahap. Toko-toko produk hobi dibuka, serta galeri dan event dibuka dengan pembatasan kuota yang jumlahnya juga ditambah secara bertahap.

Dalam bidang kesehatan, pemerintah Ceko juga cepat menangani kasus-kasus yang sudah terjadi. Misalnya, dalam hal infrastruktur, pemerintah langsung menunjuk beberapa rumah sakit rujukan, serta pasien Covid-19 lebih diprioritaskan penanganannya.

Baca juga: Strategi Dirjen Dikti Tangani Dampak Covid-19 di Sektor Pendidikan


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA