Dubes Djauhari Paparkan Peluang Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Indonesia Setelah Pandemi

144
Dubes RI untuk Tiongkok jebolan UGM, Djauhari Oratmangun, menyamopaikan paparannya terkait iklim investasi di Indonesia pada China Enterprises Going Global Risk Conference: 2020 Global Investment Services Forum and Foreign Embassies & Overseas Industrial Parks' Promotion Information Release. Foto: KBRI Beijing
Dubes RI untuk Tiongkok jebolan UGM, Djauhari Oratmangun, menyamopaikan paparannya terkait iklim investasi di Indonesia pada China Enterprises Going Global Risk Conference: 2020 Global Investment Services Forum and Foreign Embassies & Overseas Industrial Parks' Promotion Information Release. Foto: KBRI Beijing

KAGAMA.CO, BEIJING – Pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi diplomasi ekonomi Indonesia-Tiongkok, terutama dalam mendorong investasi asing masuk ke Indonesia.

“Walaupun demikian, lewat diplomasi, KBRI Beijing berkomitmen memaksimalkan peluang yang ada untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia jelang new normal,” jelas Dubes RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun kepada Kagama.

Dia menerangkan, menyambut new normal, pemerintah Indonesia saat ini fokus pada mitigasi Covid-19 dan perbaikan iklim investasi.

“Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan penanganan risiko Covid-19, serta peningkatan iklim dan insentif investasi bagi investor asing,” tutur alumnus FEB UGM ini.

Hal tersebut dia sampaikan dalam China Enterprises Going Global Risk Conference: 2020 Global Investment Services Forum and Foreign Embassies & Overseas Industrial Parks’ Promotion Information Release di Hotel Sheraton Beijing, pada Kamis (18/6/2020).

Dubes RI untuk Tiongkok jebolan UGM, Djauhari Oratmangun, menyamopaikan paparannya terkait iklim investasi di Indonesia pada China Enterprises Going Global Risk Conference: 2020 Global Investment Services Forum and Foreign Embassies & Overseas Industrial Parks' Promotion Information Release. Foto: KBRI Beijing
Dubes RI untuk Tiongkok jebolan UGM, Djauhari Oratmangun, menyamopaikan paparannya terkait iklim investasi di Indonesia pada China Enterprises Going Global Risk Conference: 2020 Global Investment Services Forum and Foreign Embassies & Overseas Industrial Parks’ Promotion Information Release. Foto: KBRI Beijing

Baca juga: Prodi Biologi UGM Jadi yang Nomor 1 di Indonesia

“Pemerintah juga mengeluarkan berbagai stimulus fiskal dan non-fiskal, kebijakan moneter dan finansial, serta berbagai jaring pengaman kesehatan, sosial, ekonomi, dan masa pemulihan,” jelasnya.

Dalam paparannya mengenai kebijakan dan peluang investasi di Indonesia, Djauhari mengatakan bahwa sektor ekonomi digital, pariwisata, kendaraan listrik, dan pengembangan SDM kini menjadi prioritas.

“Tak bisa dipungkiri pertumbuhan ekonomi digital naik dengan pesat selama pandemi. Namun, potensi pariwisata bisa menjadi peluang tersembunyi yang layak dieksplorasi.”

“Tagar Work from Home selama masa pandemi berpeluang menjadi Work from Bali pasca pandemi,” ujarnya.

Belum cukup sampai di situ, kekayaan alam nikel Indonesia juga merupakan sektor yang potensial untuk investor asing.

Baca juga: Membangun Harmoni di Tengah Isu Rasisme dan Diskirminasi