Strategi KBRI Washington DC Lindungi WNI di AS dari Pandemi Covid-19

586
Minister Concellor KBRI Washington DC jebolan UGM ini berbagi ceriita tentang penanganan Covid-19 di US. Foto: Ist
Minister Concellor KBRI Washington DC jebolan UGM ini berbagi ceriita tentang penanganan Covid-19 di US. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – AS sempat mengancam untuk membekukan dana WHO, karena pemerintah kecewa dengan langkah WHO dalam menangani Covid-19.

“Ini menandakan, mulai melemahnya semangat untuk bekerja sama dengan negara lain dalam menyelesaikan persoalan global,” ungkap Minister Concellor KBRI Washington DC, AS, Theodorus Satrio Nugroho.

Hal tersebut dia paparkan dalam diskusi Sinergi KAGAMA dan UGM, Mempersiapkan Normal Baru Pengalaman Negara Lain, yang digelar oleh Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM, pada Minggu (14/6/2020), secara daring.

Pihak tertentu, kata Theo, pernah menyatakan bahwa AS akan menjadi negara yang paling baik dalam menangani Covid-19.

Namun, kenyataan yang terjadi malah sebaliknya, AS menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

Baca juga: Alumnus Fakultas Teknik UGM Angkatan 1990 dari Boyolali Resmi Jadi Bos Baru PT Wijaya Karya

Theo mengungkapkan ada sejumlah faktor tertentu yang menghambat penanganan Covid-19 di AS. Salah satunya kondisi politik jelang Pilpres 2020.

Kebijakan “stay at home” ditolak oleh pihak tertentu, karena akan mematikan perekonomian masyarakat, sekaligus akan mempengaruhi jumlah suara bagi salah satu calon presiden.

“Dua partai ingin kebijakan ini tidak diteruskan, agar mereka bisa segera melakukan kampanye,” ungkap alumnus Ilmu Hubungan Internasional UGM angkatan 1983 itu.

Ada pun fakta yang baru saja ditemukan Theo, ternyata sebanyak 80 ribu orang di AS meninggal karena flu pada 2018, serta pada 2019 warga meninggal karena flu sebanyak 62 ribu orang.

Untuk itu, pemerintah menaruh perhatian khusus pada penyakit flu. Masyarakat AS rutin melakukan flu shot, semacam melakukan suntik yang layanannya ada di setiap apotek, untuk mencegah diri terhindar dari flu.

Baca juga: Sikap yang Mengantarkan Alumnus Farmasi UGM Angkatan 1983 Ini Jadi Kepala BSN