Cara Kerja Sistem Imun Tubuh dalam Menangkal Corona

830
Pakar parasitologi klinik Universitas Brawijaya jebolan UGM, Dr. dr. Sri Poeranto, M.Kes., Sp.ParK, memaparkan cara kerja imun dalam menghadapi corona. Foto: Ist
Pakar parasitologi klinik Universitas Brawijaya jebolan UGM, Dr. dr. Sri Poeranto, M.Kes., Sp.ParK, memaparkan cara kerja imun dalam menghadapi corona. Foto: Ist

KAGAMA.CO, MALANG – Memutus rantai penularan Covid-19 adalah tugas bersama. Namun, sebagian warga yang sulit diajak bekerja sama terkadang membuat kita pesimis penularan Covid-19 bisa ditekan.

“Jika demikian kondisinya, maka yang harus kita lakukan sekarang adalah menjaga daya tahan tubuh.”

“Istirahat, makan, tidur yang cukup, serta gizi berimbang dan menambah suplemen,” jelas Dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Dr. dr. Sri Poeranto, M.Kes., Sp.ParK.

Topik ini Poeranto bahas dalam acara Halal Bihalal KAGAMA Malang Raya, Kiat Hidup Sehat Menuju Normal Baru, pada Sabtu (13/6/2020), secara daring.

Namun, kata Poeranto, ada yang perlu dicermati, 80 persen pasien positif Covid-19 adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).

Baca juga: Alumnus Fakultas Teknik UGM Angkatan 1990 dari Boyolali Resmi Jadi Bos Baru PT Wijaya Karya

“Ini menunjukkan bahwa ada bagian dari sistem imun yang berhasil mencegah virus itu berkembang. Namun, sebagai asimtomatis mereka masih bisa menularkan virus itu ke orang lain,” ujarnya.

Covid-19, kata Poeranto, memiliki kecerdasan. Virus ini memiliki kemampuan menghindari serangan dari sistem imun. Sehingga Covid-19 tetap mempunyai kemampuan untuk bertahan.

Selain menghindari kekuatan sistem imun, Covid-19 juga mampu bermutasi. Kemampuan bermutasi itu dipengaruhi oleh tingkat stresor seseorang.

Belajar dari virus dengue, di masa awal ditemukannya menimbulkan angka kematian yang tinggi. Sekarang angka kematian tinggi itu menurun karena adanya mutasi virus.

“Nah, karena Covid-19 bisa bermutasi, maka harapannya angka kematian bisa menurun,” ungkap alumnus FK-KMK UGM angkatan 1979 itu.

Baca juga: Sikap yang Mengantarkan Alumnus Farmasi UGM Angkatan 1983 Ini Jadi Kepala BSN