Jumat, 24 Mei 2024 | 22:35 WIB

Gratiskan Rapid Test Massal Corona, Bupati Teluk Bintuni Alumnus UGM Raih Apresiasi Tinggi

Baca juga: Mahasiswa KKN Bisa Jadi Penyambung Lidah Informasi antara Pemerintah dan Masyarakat di Masa Pandemi

Untuk identifikasi virus, Petrus berani membeli alat PCR. Hal itu agar masyarakat bisa dengan cepat menjalani pemeriksaan swab tanpa harus mengirimkan hasilnya ke Jakarta atau Makassar.

“Dalam kondisi terdesak saya sampaikan semua harus belajar tidak tunggu-tunggu,” kata Petrus.

“Akhirnya mereka bisa mendapatkan persetujuan dari Kemenkes yang juga bisa memberikan ya semacam lisensi bahwa kita mampu.”

“Kita bisa menentukan hasil pemeriksaan positif atau tidak dengan alat yang sama,” jelas sosok kelahiran 1964 tersebut.

Menariknya, Pemkab Teluk Bintuni pimpinan Petrus menggratiskan biaya rapid test secara massal.

Baca juga: Mencicipi Gudeg Tertua di Jogja, Pertahankan Resep yang Sama Hampir Seabad

Baik kepada mereka yang berkepentingan keluar daerah maupun bagi mereka yang tinggal di tempat.

Petrus bertutur, rapid test tak dipungut biaya karena orang-orang yang akan memeriksa diri berada dalam keadaan yang sulit.

“Kami Kabupetan Teluk Bintuni gratiskan rapid test. Tugas pemerintah daerah menyiapkan,” ucap Petrus.

“Karena kalau kita suruh mereka bayar di tengah pendemi Covid-19 ini, harus dipikirkan bahwa masyarakat punya uang di mana? Hidup susah lagi, bayar pakai apa?” terangnya.

Petrus menyambung, bila ditemukan ada yang reaktif dalam rapid test, maka sesegera mungkin dilakukan uji swab. Hal itu untuk mengetahui status pasien tersebut.

Baca juga: New Normal Bisa Jadi Kesempatan Memperbaiki Pola Hidup


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA