Lewat Gerakan Belanja di Desa, G2R Tetrapreneur Bantu Salurkan Sembako ke Desa-desa Pinggiran di Yogyakarta

389
(Global Gotong Royong) G2R Tetrapreneur berkolaborasi dengan WarnMyLungs (WML) membuat gerakan #BergerakUntukRakyat. Foto: Ist
(Global Gotong Royong) G2R Tetrapreneur berkolaborasi dengan WarnMyLungs (WML) membuat gerakan #BergerakUntukRakyat. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kondisi perekonomian yang belum stabil akibat pandemi Covid-19 di berbagai sektor memberikan dampak ekonomi bagi desa-desa di pinggiran Yogyakarta.

Sebagian di antara mereka berprofesi sebagai petani yang kesulitan memasarkan hasil pertanian mereka.

Melihat hal tersebut, G2R Tetrapreneur dan Baitulmaal Muamalat (BMM) berkolaborasi untuk penyediaan paket bahan pokok, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

BMM adalah lembaga pengelola zakat yang didirikan Bank Muamalat tahun 2000, ditunjuk pemerintah untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infaq, sedekah serta wakaf.

(Global Gotong Royong) G2R Tetrapreneur berkolaborasi dengan WarnMyLungs (WML) membuat gerakan #BergerakUntukRakyat. Foto: Ist
(Global Gotong Royong) G2R Tetrapreneur berkolaborasi dengan WarnMyLungs (WML) membuat gerakan #BergerakUntukRakyat. Foto: Ist

Baca juga: Ganjar Harap KAGAMA Berikan Rekomendasi Penyelamatan Ekonomi Rakyat

“Kolaborasi BMM cabang DIY dengan G2R Tetrapreneur yaitu berupa penyediaan paket sembako sebanyak 70 paket dengan jumlah nominal Rp14 juta,” ujar Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. kepada Kagama belum lama ini.

Paket sembako telah diserahkan, pada Jumat (21/05/2020) di Ngaglik, Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo dan di Triwidadi, Pajangan, Bantul.

Paket diserahkan oleh Ibu Rina Ekawati sebagai Kepala Perwakilan BMM Yogyakarta kepada perwakilan Desa Ngaglik dan Desa Triwidadi di Desa masing-masing.

“Bantuan tersebut kemudian diteruskan kepada warga masyarakat yang membutuhkan,” jelas Rika.

Baca juga: Syawalan Daring KAGAMA Jadi Momentum Menggerakan Energi Positif dan Solutif Hadapi Pandemi Covid-19