Jumat, 24 Mei 2024 | 20:36 WIB

Dosen Pertanian UGM Ungkap Strategi Ketahanan Pangan di Masa Krisis Covid-19

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Indonesia saat ini dikhawatirkan oleh risiko kelangkaan bahan pangan selama pandemi Covid-19.

Beberapa produk pertanian tidak bisa didistribusikan akibat dibatasinya mobilisasi.

Sempat ada rasa optimis sebagian masyarakat dan pemerintah, terkait beras produksi lokal yang diyakini bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan di masa pandemi.

Seperti yang diketahui di Indonesia saat ini berada pada musim puncak panen padi.

Dalam polanya produksi selama tiga tahun terakhir, secara nasional puncak panen terjadi sekitar Maret-April, kemudian menurun sedikit dan memuncak lagi pada bulan Juli-Agustus.

Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian UGM, Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., mengusulkan lima langkah strategis yang bisa dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan pertanian di masa krisis Covid-19. Foto: FB Subejo
Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian UGM, Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.: FB Subejo

Baca juga: KAGAMA Sumut Siapkan Nasi Bungkus Cuma-cuma Selama Bulan Ramadan

Dosen Fakultas Pertanian, Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., menyebut dengan kondisi ini, jumlah stok beras untuk satu sampai dua bulan ke depan tidak ada masalah.

Namun, kata dia, perlu dicermati lagi bahwa kondisi itu merupakan harapan untuk jangka pendek.

Selain distribusinya yang masih terhambat, Indonesia perlu memikirkan rencana jangka panjang untuk ketersediaan bahan pangan di bulan-bulan berikutnya.

Apalagi masa pandemi Covid-19 ini bakal berlangsung sampai waktu yang tak bisa dipastikan.

“Petani tidak bisa leluasa bekerja di persawahan, mobilitas dibatasi. Bulan Mei-Juli petani harus menanam lagi,” ungkapnya dalam diskusi online bertajuk Tangguhkah Pertanian Indonesia dalam Menghadapi Covid-19? pada Sabtu (25/04/2020).

Baca juga: Alumnus Farmasi UGM Sebut Zat yang Bisa Bantu Penderita Diabetes Melitus Hadapi Covid-19


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA