Kamis, 13 Juni 2024 | 13:09 WIB

Sosiolog UGM Ungkap Kunci Penting Mengatasi Permasalahan Desa di Tengah Pandemi Covid-19

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Adanya Panggung Tanggap Covid-19 (PTC-19) di Desa Panggungharjo, Bantul bisa dikatakan sebagai fenomena hadirnya negara di level terkecil.

PTC-19 merupakan program sekaligus bentuk kewaspadaan dini masyarakat Desa Panggungharjo untuk mencegah penularan virus.

Platform ini dibuat oleh Lurah Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm., Apt.

Alumnus Fakultas Farmasi UGM itu membabar, ada berbagai kategorisasi dampak kesahatan, ekonomi, dan sosial masyarakat di dalam platform yang memudahkan pemerintah desa melakukan intervensi penanganan Covid-19.

Sebanyak 60-70 persen masyarakat Desa Panggungharjo, sudah berpartisipasi memanfaatkan platform ini untuk melaporkan kondisinya.

Baca juga: Kembali ke Meja Kerja, Menhub Budi Karya Sumadi Ungkap Pesan Haru Usai Lawan Virus Corona

Selain itu, banyak relawan muda dari PKK, Karang Taruna, Banser, dan sebagainya di Desa Panggungharjo yang ikut berpartisipasi dalam PTC-19.

“Sekarang tantangan kita adalah bagaimana inisiatif-inisiatif lokal seringkali ditentukan oleh keberanian aktor pemimpin komunitas itu untuk membuat gebrakan,” ujar sosiolog UGM di bidang pedesaan, Dr. Arie Sujito.

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus membangun desa dalam situasi normal maupun sulit, tidak hanya aktor-aktor pemimpin komunitas saja yang berperan.

Termasuk di masa pandemi ini, membangun desa bisa dilakukan dengan pengonversian dana desa ke dalam Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dalam seri diskusi daring bertajuk Karang Taruna: Ayo, Gugur Gunung Lawan Corona, pada Rabu (22/04/2020), dia menyebut upaya pengonversian dana itu akan membantu mengatasi kerentanan, sekaligus menjadi jalan strategis jangka pendek hingga menengah.

Baca juga: RS Akademik UGM Luncurkan Bilik Sampling untuk Tes Diagnosis Covid-19


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA