RS Akademik UGM Luncurkan Bilik Sampling untuk Tes Diagnosis Covid-19

381
Rumah Sakit Akademik UGM mengeluarkan terobosan berupa bilik sampling untuk pengujian paparan Covid-19. Foto: Humas UGM
Rumah Sakit Akademik UGM mengeluarkan terobosan berupa bilik sampling untuk pengujian paparan Covid-19. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Senin (27/4/2020) Rumah Sakit Akademik UGM meluncurkan bilik sampling Covid-19 untuk menguji swab paparan virus corona.

Bilik sampling yang dinamai GAMA Swab Sampling Chamber itu merupakan hasil pengembangan dari tim peneliti gabungan.

Mereka berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK KMK), dan Sekolah Vokasi (SV) Universitas Gadjah Mada bersama tim dokter RS Akademik UGM.

Direktur Utama RS Akademik UGM, dr. Arief Budiyanto,Ph.D,Sp.KK(K)., memberikan pernyataan dalam peluncuran.

“Melalui layanan ini diharapkan akan meningkatkan akses pelayanan kepada pasien, menghilangkan waktu tunggu karena pasien datang sesuai jadwal yang telah ditentukan,” tutur Arief, melansir laman resmi UGM.

“Serta meminimalkan kontak agar pasien dan tenaga kesehatan sehingga resiko dapat ditekan,” jelasnya.

Arief menambahkan, alat diagnosis Covid-19 yang dimiliki Pemerintah memang masih kurang.

Baca juga: KAGAMA Balikpapan Ubah Pesan Menyentuh Teman Kuliah Jokowi Jadi Penyemangat Pasien Covid-19

Sebagai contoh, di Jogja pada bulan lalu baru memiliki satu tempat pemeriksaan bermetode PCR (Polymerase Chain Reaction) alias tes swab.

Untuk diketahui, dalam tes swab, bagian nasofaring dan orofaring (saluran pernapasan) penderita akan diperiksa.

Karena itu, Arief memiliki harapan besar terhadap GAMA Swab Sampling Chamber.

Pasalnya, alat tersebut menggunakan konsep layanan drive thru dan mobile.

Hal itu dinilai dapat mengefisiensi waktu dan tempat, serta meminimalkan zona merah rumah sakit atas persebaran Covid-19.

“Jika dulu banyak yang tidak terfasilitasi karena keterbatasan alat dan harus mengantre, sekarang dengan alat ini kapasitas pemeriksaan swab bisa kita tingkatkan, terutama untuk PDP, ODP rawat jalan dan OTG,” kata Arief.

“Meski lebih banyak orang yang bisa diswab, kami berharap mudah-mudahan banyak yang negatif,” jelas dokter spesialis kulit ini.

Baca juga: Ahli Gizi UGM: Sayur Lodeh Tak Bisa Tangkal Virus Corona, tetapi…