Kamis, 20 Juni 2024 | 18:38 WIB

Menjaga Keharmonisan Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Tampung Curhatan Siswa yang Belajar di Rumah, Bupati Kubu Raya Alumnus UGM Punya Cara Unik

“Justru pandemi ini bisa jadi momen yang tepat untuk memperbaiki segala hal. Cobalah ketidakharmonisan ini dibicarakan bersama,” ujar Ani.

Komunikasi dalam keluarga juga sebaiknya tidak asal dilakukan. Kata Ani, pilih waktu yang tepat untuk membahas.

“Keluarga bisa mengambil waktu akhir pekan, untuk mengobrol bersama,” jelas Ani.

Waktu luang tanpa beban pekerjaan, dapat memberikan suasana yang positif saat berdiskusi, harapannya pun bisa membuahkan hasil yang postitif.

Dalam berdiskusi, beberapa anggota keluarga di antaranya kerap menyampaikan pendapat di tengah tekanan emosi.

“Cara penyampaian dan konten dari pendapat yang disampaikan perlu juga diperhatikan. Jangan berbicara dengan nada tinggi dan menyudutkan,” jelas Ani.

Menurut Ani, sesuatu yang disampaikan baiknya jangan hanya berupa kritikan saja.

Baca juga: KAFEGAMA DIY Salurkan Bantuan Paket Sembako untuk Paguyuban Komunitas Alun-alun Kidul Yogyakarta

Tetapi, sampaikan pula apresiasi, sehingga diskusi yang dilakukan tidak menimbulkan perpecahan.

Apresiasi tersebut bisa berupa ucapan terima kasih kepada hal-hal sederhana yang dilakukan anggota keluarga.

“Bisa juga dengan ucapan ‘hebat atau keren’ kepada anggota keluarga yang baru saja mencapai prestasi,” ungkapnya.

Selain kedua pembicara tersebut, Sharing Session Seri Keenam tersebut juga dinarasumberi oleh Dr. Diana Setiyawati, M.HSc. (Kepala CPMH Psikologi UGM), Nurul Kusuma Hidayati, M.Psi. dan Wirdatul Anisa, M.Psi. (Kn/-Th)

Baca juga: Gotong Royong Virtual Jadi Alternatif Penyaluran Bantuan Kelompok Terdampak Covid-19


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA