Menjaga Keharmonisan Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19

2658
Dalam kondisi pandemi Covid-19, beban ekonomi yang ditimbulkan dapat mengganggu keharmonisan keluarga. Foto: superbookindonesia
Dalam kondisi pandemi Covid-19, beban ekonomi yang ditimbulkan dapat mengganggu keharmonisan keluarga. Foto: superbookindonesia

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dalam kondisi pandemi Covid-19, beban ekonomi yang ditimbulkan dapat mengganggu keharmonisan keluarga.

Psikolog keluarga dan pernikahan, Dr. Budi Andayani, MA, menuturkan, di saat pandemi semua orang perlu memahami fungsi keluarga dalam hidup.

“Keluarga adalah tempat berbagi, tempat berlindung, dan sebagai benteng pertahanan. Seharusnya setiap anggota keluarga menjaga fungsi-fungsi ini,” jelasnya.

Hal tersebut dia paparkan dalam Sharing Session Online, Ketahanan Keluarga dalam Menghadapi Covid-19.

Acara tersebut digelar oleh Center for Public Mental Health (CPMH) pada Kamis (16/04/2020).

Baca juga: Solusi Bupati Kutim Alumnus UGM agar Siswa Tak Mampu Tetap Bisa Belajar dari Rumah

Setiap orang, kata Andayani, bahkan dalam satu keluarga sekalipun memiliki pengalaman yang berbeda-beda.

Mengoptimalkan komunikasi merupakan salah satu kunci menjaga keharmonisan.

Ani, sapaannya, menyarankan agar semua orang terbiasa mengungkapkan hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman.

Kebiasaan ini sangat baik dilakukan antar anggota keluarga. Satu orang mendengarkan dan memberi masukan kepada anggota keluarga yang sedang menghadapi masalah.

Demikian pula sebaliknya. Jangan mengira anggota keluarga yang lebih sering mendengarkan dan memberi masukan itu tidak memiliki persoalan.

Baca juga: Angela Inez Christabel Punya Cara Membikin Unit Seni Rupa UGM Berprestasi