Ekonom UGM Ungkap Kunci Sukses Lawan Pandemi Covid-19

411
Ekonom UGM, Rimawan Pradiptyo, Ph.D mengatakan, Indonesia perlu menerapkan strategi penanganan pandemi menggunakan path dependent. Foto: Ist
Ekonom UGM, Rimawan Pradiptyo, Ph.D mengatakan, Indonesia perlu menerapkan strategi penanganan pandemi menggunakan path dependent. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pandemi Covid-19 yang saat ini dihadapi sulit dipahami karakternya.

Covid-19 menular melalui droplet dan kerumunan orang berisiko. Masa inkubasinya memakan waktu 14 hari.

Untuk mencegah diri agar tidak tertular, kita harus menjaga imunitas tubuh.

Namun, bagi yang punya penyakit bawaan memiliki risiko lebih tinggi terkena virus.

Jika sudah tertular, perawatan pasien positif ini, baik pasien maupun tenaga medisnya harus menggunakan APD dan ventilator.

Padahal APD dan ventilator ini harganya relatif langka dan mahal.

Baca juga: Langkah KAGAMA Balikpapan Sukseskan Kampanye Penggunaan Masker Kain untuk Tekan Penularan Corona

Ekonom UGM, Rimawan Pradiptyo, Ph.D., menyampaikan, pola peperangan melawan Covid-19 berbeda dibandingkan perang fisik atau bencana alam.

Jumlah korban akan tinggi jika terlambat atau salah dalam memilih strategi.

“Kesuksesan menangani bencana alam belum menentukan keberhasilan mengatasi dampak Covid-19.”

“Kita sekarang ini menghadapi sesuatu yang tidak pasti, sehingga seharusnya kita memikirkan dampak terburuknya,” ujarnya dalam Seminar Online Beradaptasi Dengan Norma Baru di Masa Krisis Covid-19.

Seminar ini digelar oleh Departemen Ilmu Ekonomi UGM pada Selasa (14/04/2020).

Baca juga: Cerita Donasi 1.000 Masker KAGAMA Batang, Libatkan Penjahit Sekitar Rumah