Aplikasi Siaga Mudik, Hasil Kolaborasi Pemprov Jateng, KAGAMA, SV UGM dan Mahasiswa

472
Aplikasi ini disiapkan agar kedatangan para pemudik tidak menambah persebaran Covid-19. Selesi dibuat kurang dari seminggu. Foto: Ist
Aplikasi ini disiapkan agar kedatangan para pemudik tidak menambah persebaran Covid-19. Selesi dibuat kurang dari seminggu. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pemerintah Republik Indonesia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik guna menekan penyebaran wabah Covid-19.

Hal ini juga dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang juga terus meminta para perantau tak kembali ke kampungnya.

Namun, banyak warga Jawa Tengah yang tak mengindahkan imbauan sang gubernur.

Hal ini nampak dari data Dinas Perhubungan Jawa Tengah yang diambil sejak 22 Maret hingga 3 April 2020.

Ada lebih dari 320 ribu pemudik yang datang ke Jawa Tengah dengan transportasi umum.

Baca juga: Berbagai Curahan Perasaan Mahasiswa Farmasi UGM Setelah Jalani Kuliah Daring

Ganjar paham alasan para perantau yang nekat untuk tetap mudik, antara lain sebab khawatir terhadap nasib keluarganya yang tinggal di kampung halaman.

Akan tetapi, tingginya gelombang pemudik yang masuk ke Jawa Tengah bakal berpengaruh terhadap meningkatnya kasus virus Corona.

Untuk para pemudik, Ganjar meminta mereka untuk mengisi aplikasi Siaga Mudik yang merupakan bagian dari sistem manajemen informasi pendataan pemudik.

Aplikasi ini dapat diakses melalui siagamudik.jatengprov.go.id.

Lewat akun Youtub-nya, Ketua Umum PP KAGAMA ini mengunggah informasi soal Siaga Mudik pada Jumat (10/4/2020).

Baca juga: Alumnus UGM Jelaskan Hal yang Bisa Dilakukan UMKM Solo Raya agar Bisa Bertahan di Tengah Wabah Corona