Indonesia Harus Prioritaskan Kebijakan Kesehatan Masyarakat untuk Minimalkan Penularan Covid-19

816
Menurut dosen FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo, MA, Ph.D., kebijakan kesehatan masyarakat efektif untuk menghambat penyebaran Covid-19. Foto: Wartabuana
Menurut dosen FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo, MA, Ph.D., kebijakan kesehatan masyarakat efektif untuk menghambat penyebaran Covid-19. Foto: Wartabuana

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kasus positif Covid-19 sudah cukup tinggi, yakni mencapai angka 4 ribu lebih.

Penambahan kasus positif harian pada 12 April, merupakan angka tertinggi, mencapai 399 kasus.

Menurut dosen FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo, MA, Ph.D, ada dua isu yang perlu menjadi perhatian.

Dia menyebut, kasus terkonfirmasi berasosiasi dengan tiga sampai empat kasus  yang tidak terdeteksi.

Kasus positif yang tidak terkonfirmasi karena telah meninggal, juga tak bisa diidentifikasi.

Baca juga: Gandeng Dompet Dhuafa, FKG UGM Bantu APD dan Nutrisi Tim Covid-19 RSUP Dr. Sardjito

“Untuk itu penting sekali menyadari bahwa banyak sekali kasus-kasus yang tidak terdeteksi di luar sana,” ujarnya dalam Seminar Online Beradaptasi Dengan Norma Baru di Masa Krisis Covid-19.

Acara tersebut digelar oleh Departemen Ilmu Ekonomi, FEB UGM pada Selasa (14/04/2020).

Tidak menutup kemungkinan hal ini membuka potensi penyebaran, bilamana Indonesia tidak melakukan kebijakan social dan physical distancing dengan baik.

Estimasi jumlah kasus Covid-19 di Indonesia secara kumulatif akan tinggi, jika kita tidak melakukan introduksi kebijakan kesehatan masyarakat yang intensif dan intervensi pencegahan penularan.

Sebuah proyeksi kasus Covid-19 menyebutkan, estimasi jumlah pasien positif kumulatif yang memerlukan perawatan rumah sakit sangat tinggi.

Baca juga: Cerita Ketua KAGAMA Bogor Raya Berguru kepada Orang-orang Berdarah Biru Semasa Kuliah