Gubernur BI Optimis Nilai Tukar Rupiah Membaik, Begini Alasannya

125
Nilai tukar rupiah tidak hanya stabil, tapi menguat hari ini. Foto: Warta Ekonomi
Nilai tukar rupiah tidak hanya stabil, tapi menguat hari ini. Foto: Warta Ekonomi

KAGAMA.CO, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo optimis performa rupiah akan membaik.

Hal itu diungkapkan dalam live conference yang disiarkan oleh akun Youtube resmi Bank Indonesia pada Kamis (9/4/2020).

Alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada ini menyebut hingga akhir tahun 2020, nilai tukar rupiah akan berada di kisaran 15 ribu rupiah per dolar Amerika Serikat.

“Nilai tukar rupiah tidak hanya stabil, tapi menguat hari ini,” tutur Perry.

Perry, yang kini juga menjabat sebagai Ketua Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (KAFEGAMA), berujar bahwa apabila diukur dengan fundamental ekonomi, rupiah cenderung menguat.

Fundamental ekonomi yaitu dasar yang menentukan nilai tukar rupiah, seperti inflasi, neraca transaksi berjalan dan perbedaan suku bunga di dalam dan luar negeri.

“Di awal pembukaan perdagangan Rp.16.200 per dolar Amerika Serikat, sekarang telah bergerak ke angka Rp.15.920,” tambahnya.

Baca juga: Dukung Wajib Masker, KAGAMA Balikpapan Salurkan Bantuan 10 Ribu Masker untuk Masyarakat

Perry, yang kini juga menjabat sebagai Ketua Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (KAFEGAMA), berujar bahwa saat ini nilai tukar kita masih undervalue, namun bisa cenderung menguat.

“Keyakinan pasar kini makin besar,” tutur Perry.

Selain itu, investor juga makin percaya diri dengan adanya stimulus fiskal dari pemerintah.

“Kondisi risiko di global berangsur membaik, meskipun belum pulih dan masih tinggi, tapi cenderung membaik,” ujar Perry.

Baca juga: Gotong Royong UGM dan Mahasiswa Salurkan Bantuan Kemanusiaan Selama Pandemi Covid-19