STIKES KAGAMA Kaltim Produksi Hand Sanitizer untuk Tekan Wabah Corona di Samarinda

336
Pengurus Daerah KAGAMA Kaltim bersama KAGAMA Farmasi Samarinda memproduksi hand sanitizer guna mencegah penyebaran virus Corona di Samarinda. Foto: Ist
Pengurus Daerah KAGAMA Kaltim bersama KAGAMA Farmasi Samarinda memproduksi hand sanitizer guna mencegah penyebaran virus Corona di Samarinda. Foto: Ist

KAGAMA.CO, SAMARINDA – Laboratorium Farmasetika dan Teknologi Farmasi STIKES Samarinda (STIKSAM) tengah menjadi pabrik dadakan pembuatan hand sanitizer.

Institusi pendidikan yang didirikan oleh Pengda KAGAMA Kaltim pada 2001 itu memang biasa memproduksi hand sanitizer.

Namun, tidak untuk diperjualbelikan, melainkan disalurkan untuk kegiatan sosial, instansi, dan organisasi yang membutuhkan.

Demikian seperti dituturkan Direktur STIKES Samarinda, Apt. Supomo, M.Si.

“Kami siap membantu Pemkot Samarinda dan membantu siapa saja yang memang ingin membuat untuk kepentingan sosial di saat wabah covid-19 ini,” Supomo kepada Kagama.

Pengurus Daerah KAGAMA Kaltim bersama KAGAMA Farmasi Samarinda memproduksi hand sanitizer guna mencegah penyebaran virus Corona di Samarinda. Foto: Ist
Pengurus Daerah KAGAMA Kaltim bersama KAGAMA Farmasi Samarinda memproduksi hand sanitizer guna mencegah penyebaran virus Corona di Samarinda. Foto: Ist

Baca juga: Willem Wandik Sebut Otsus sebagai Instrumen untuk Tangani Pandemi Corona di Papua

“Insya Allah dengan bahan yang baik dan cara yang benar. Inilah peran partisipasi kami dari akademisi,” terangnya.

Wabah Corona ini kali ini pun menjadi momentum bagi STIKSAM menunjukkan respons kepedulian terhadap masyarakat.

Atas inisiatif dari Pengda KAGAMA Kaltim bersama KAGAMA Farmasi Samarinda, STIKSAM memproduksi hand sanitizer untuk dibagikan secara cuma-cuma.

Tak hanya itu, beberapa alat kesehatan dan APD (Alat Pelindung Diri) juga disumbangkan di dua rumah sakit setempat.

Yakni di RS. AWS Prov. Kaltim dan RSUD. I.A. Moeis Kota Samarinda.

Baca juga: KAGAMA Filsafat Bantu Mahasiswa Bidikmisi Selama Darurat Covid-19