Wabah Covid-19 Persulit Pengendalian Karhutla, Begini Kata Rimbawan KAGAMA

257
Alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1971, Dr. Transtoto Handadhari, menyebut langkah yang harus ditempuh dalam pengendalian kebakaran hutan. Foto: Ist
Alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1971, Dr. Transtoto Handadhari, menyebut langkah yang harus ditempuh dalam pengendalian kebakaran hutan. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pengendalian kebakaran hutan adalah satu hal yang sulit dilakukan sejak dulu.

Demikian seperti dituturkan Ketua Umum Yayasan Peduli Hutan Indonesia, Dr. Transtoto Handadhari.

Alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1971 ini menilai, Pemerintah sebetulnya tidak tinggal diam.

Misalnya pada kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode 2015-2019, pemerintah menunjukkan keseriuasan.

Transtoto juga mengapresiasi langkah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Baca juga: Pakar UGM Optimis Pandemi Covid-19 Selesai Akhir Mei

Siti dipandangnya telah menggerakkan para korporasi besar untuk ikut dalam pengendalian bencana kebakaran hutan.

Korporasi besar itu seperti Grup Sinarmas dan Raja Garuda Mas.

“Namun berbagai kesulitan masih terus menerus dihadapi. Khususnya saat nenjelang musim kemarau tiba seperti saat ini,” kata Transtoto kepada Kagama.

“Meskipun begitu, di beberapa daerah seperti Riau, Sumsel, dan Kalteng saat ini masih ada hujan dan dianggap aman dari kebakaran,” lanjutnya.

Transtoto menjelaskan, faktor utama penyebab bencana kebakaran hutan adalah pembuatan api, terutama di lahan gambut.

Baca juga: Pesan KAGAMA Sumut dalam Aksi Bulaksumur Care untuk Tangkal Wabah Covid-19