Senin, 24 Juni 2024 | 04:35 WIB

Lurah Alumnus UGM Bikin Terobosan Pusat Data Tanggap Corona di Panggungharjo Bantul

KAGAMA.CO, BANTUL – DI Yogyakarta menjadi salah satu provinsi yang telah terjangkit wabah Covid-19 dari virus Corona.

Hingga Jumat (27/3/2020) pasien positif berjumlah 18 orang menurut data dari laman resmi Pemda DIY.

Tiga orang di antaranya telah meninggal dunia. Situasi ini tentu menuntut kewaspadaan bagi seluruh warga Jogja.

Misalnya di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

Warga di Desa Panggungharjo beberapa hari lalu telah membentuk Pusat Kendali dan Operasi (Pusdalops) Panggung Tanggap Covid-19 (PTC-19).

Alumnus Fakultas Farmasi UGM, Wahyudi Anggoro Hadi, memiliki inovasi tanggap virus Corona di Desa Panggungharjo, Bantul. Foto: Ist
Alumnus Fakultas Farmasi UGM, Wahyudi Anggoro Hadi, memiliki inovasi tanggap virus Corona di Desa Panggungharjo, Bantul. Foto: Ist

Baca juga: Melihat Aksi KAGAMA Balikpapan Bantu Redakan Wabah Corona

Demikian seperti dituturkan sang Lurah Desa, Wahyudi Anggoo Hadi, S.Farm., Apt.,saat dihubungi Kagama via pesan WhatsApp, Kamis (26/3/2020).

Alumnus Fakultas Farmasi UGM itu pun menerangkan apa yang dilakukan Pemerintah Desa Panggungharjo bersama warganya terkait mitigasi Covid-19.

“Secara sederhana, Panggung Tanggap Covid-19 (PTC-19) ini terdiri dari satu modul utama serta empat modul pendukung,” ujar Wahyudi.

“Modul utama adalah ‘Modul PTC-19’ sedangkan modul pendukung meliputi ‘Modul Lapor’ yang digunakan untuk menghimpun data kondisi warga baik kondisi klinis maupun nonklinis khususnya ekonomi,” terangnya.

Kemudian, Wahyudi melanjutkan, ‘Modul Dukung’ untuk menghimpun potensi sumber daya sosial yang mungkin diberdayakan

Baca juga: Gubernur Bank Indonesia Alumnus UGM Sebut Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA