Sabtu, 25 Mei 2024 | 00:06 WIB

G2R Tetrapreneur Dorong Produk Lokal Bisa Mendunia

Baca juga: Kepala Museum Biologi UGM dan Balar Jogja Temukan 839 Fragmen Fosil Fauna Prasejarah di Gunung Kidul

Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D, berharap produk-produk ini bisa lebih dikenal oleh khalayak umum dan dapat bersanding dengan merek merek terkenal Nasional lainnya.

Inisiasi tersebut dalam rangka mempersiapkan Tetra 3, yaitu Pasar Kompetisi, sehingga produk–produk unggulan dapat berbenah untuk memenuhi standar pasar

“Bisnis itu wujud karena adanya supply-demand. Jika kebanyakan program sebelumnya lebih fokus pada aspek hulu atau supply-nya, maka G2R Tetrapreneur, aspek hulu-hilir atau supply-deman-nya hendaknya berjalan harmonis,” ujar Rika yang juga mewakili Sekretariat G2R Tetrapreneur DIY,

Dia menambahkan, bukan hanya pelaku usaha desa yang harus dididik untuk memenuhi keinginan pasar.

Namun juga pasarnya atau aspek hilirnya, juga harus dididik untuk berpihak pada produk-produk tanah air sendiri.

Kepala Dinas Koperasi & UKM DIY, Ir. Srie Nurkyatsiwi, MMA, menyampaikan bahwa gerakan gotong royong yang telah dilakukan ini bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya perekonomian desa dapat berjalan dengan maksimal apabila didukung oleh berbagai pihak, salah satunya bekerjasama dengan pihak industri.

Baca juga: Bazar Durian KAGAMA Surakarta Ludes Terjual

“Kerjasama ini merupakan salah satu kegiatan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJPMD) DIY yang telah dieksekusi secara baik dengan program G2R Tetrapreneur,” jelas dosen FEB UGM ini.

Selain itu, produk-produk lokal tersebut diharapkan dapat meng-global melalui Yogyakarta International Airport.

Terselenggaranya Bazaar G2R Tetrapreneur ini merupakan salah satu cerminan dampak binaan Pemda DIY yang berinovasi melalui pelaksanaan G2R Tetrapreneur.

Tagline G2R Tetrapreneur yaitu ‘Global Wirausahanya, Gotong Royong Desanya’, terwujud berkat kemandirian bergotong royong bersama berbagai stakeholder.

Mereka mengusung merek G2R Tetrapreneur sebagai gerakan besar desa menuju penciptaan produk-produk ikonik dunia.

Bazar G2R Tetrapreneur berlangsung pada 27 Februari hingga 01 Maret 2020, di Transmart Carrefour.

Produk-produk G2RT yang dihadirkan berupa cemilan sehat dan minuman tradisional berkhasiat tanpa bahan pengawet.

Produk-produk tersebut telah bersertifikasi Halal MUI sehingga terjamin kebersihan serta keamanan konsumsi.

Selain makanan dan minuman, dipamerkan pula produk unggulan budaya G2R Tetrapreneur berupa objek dan layanan wisata.(Kn/Th)

Baca juga: Pemandangan Selat Makassar Jadi Latar Pertemuan Bulanan KAGAMA Balikpapan


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA