KBRI Den Haag Pulangkan Keris Pangeran Diponegoro yang Ada di Belanda

1024
Duta Besar RI untuk Kerajaan Belannda I Gusti Agung Wesaka Puja menerima keris Pangeran Diponegoro dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda. Foto: Ist
Duta Besar RI untuk Kerajaan Belannda I Gusti Agung Wesaka Puja menerima keris Pangeran Diponegoro dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda. Foto: Ist

KAGAMA.CO, DEN HAAG – Keris Pangeran Diponegoro yang lama hilang akhirnya pulang.

Momen kepulangan itu terjadi pada Selasa (3/3/2020) di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Ingrid van Engelshoven menyerahkan sebilah keris itu kepada  Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja.

“Saya bahagia bahwa penelitian mendalam ini, yang diperkuat ahli Belanda dan Indonesia, menjelaskan bahwa ini adalah keris yang dicari-cari selama ini,” kata Engelshoven.

“Sekarang keris ini dikembalikan ke negeri asalnya: Indonesia,” jelasnya.

Baca juga: Rayakan Dies Natalis ke-72, FKG UGM Bangun Dental Learning Center

Menurut rencana, keris itu akan disimpan di Museum Nasional, Jakarta, bersama benda-benda lain milik Pangeran Diponegoro.

Dalam rilis KBRI Den Haag, keris berwarna hitam dengan ukiran berlapis emas itu sempat dikabarkan hilang.

Keris tersebut berhasil diidentifikasi setelah dilakukan penelitian terhadap koleksi Museum Volkenkunde, Leiden.

Mengutip Historia, Ketua Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada, Sri Margana, yang tergabung dalam tim ahli dari Indonesia, menyatakan bahwa keris itu milik Pangeran Diponegoro.

Secara singkat, kronologi mengapa keris itu bisa hilang ke Belanda terjadi setelah Pangeran Diponegoro ditangkap.

Baca juga: Alumnus Magister Managemen UGM Emban Tampuk Kepemimpinan Perum Perhutani