Pembenahan New Yogyakarta International Airport Sebelum Diresmikan Presiden Jokowi

206
April 2020 menjadi waktu yang direncanakan saat Presiden Joko Widodo meresmikan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Foto: KBUMN
April 2020 menjadi waktu yang direncanakan saat Presiden Joko Widodo meresmikan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Foto: KBUMN

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – New Yogyakarta International Airport (NYIA) alias Bandar Udara Internasional Yogyakarta terus berpacu dengan waktu untuk melakukan pembenahan.

Berbagai upaya pun dikebut sebelum NYIA diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada April mendatang.

Hal itu seperti yang dikatakan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Presiden kan mau meresmikan YIA April nanti,” kata Sri Sultan HB X pada Selasa (21/1/2020), melansir laman resmi Pemda DIY.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak operator, PT Angkasa Pura I, adalah melakukan pengubahan jadwal dan pengalihan penerbangan.

Langkah ini diambil dari hasil rapat monitoring PT Angkasa Pura 1 terhadap progres pembangunan YIA pada 10 Januari lalu.

Ada empat poin yang disepakati sebagaimana disampaikan oleh Direktur Utama Faik Fahmi dalam rilis yang diterima Kagama.

Baca juga: Bernostalgia dengan Kehidupan Guru dan Pelajar Tempo Doloe di Museum Pendidikan Indonesia

Pertama, pengoperasian secara penuh penerbangan di NYIA akan dimulai pada 29 Maret 2020.

Kedua, pengalihan penerbangan dalam negeri dan luar negeri berjadwal dengan pesawat jet, dari Bandar Udara Adi Sutjipto (JOG) ke NYIA ditetapkan per 29 Maret 2020.

“Ketiga, untuk penerbangan berjadwal dengan pesawat propeller dan penerbangan tidak berjadwal (irregular), serta private jet tetap dilaksanakan di Bandar Udara Adi Sutjipto (JOG),” tulis Faik Fahmi.

“Keempat, perubahan jam operasi Bandara YIA yang semula pukul 06.00-18.00 WIB menjadi 24 jam, dan Bandara JOG semula pukul 05.00-18.00 WIB menjadi 05.00-18.00 WIB,” lanjut lulusan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini.

Dengan perubahan ini, Bandara Adisutjipto hanya akan menjadi persinggahan untuk pesawat propeller (dengan baling-baling).

Sebab, akan ada sebanyak 150 penerbangan domestik yang dipindahkan ke YIA.

Selain pengalihan jalur penerbangan, langkah persiapan lain yang guna mendukung operasional YIA adalah pembangunan sarana infrastruktur.

Baca juga: Langkah Tim KKN-PPM UGM Samboja Berjaya Lestarikan Alam Ibu Kota Negara