PT KMI Bontang Gandeng FKG UGM Tangani Anak Berkebutuhan Khusus di Wilayah Buffer Zone

1191
PT. Kaltim Methanol Industri (KMI) Bontang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan kepada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Foto: Istimewa
PT. Kaltim Methanol Industri (KMI) Bontang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan kepada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, KALTIM – PT. Kaltim Methanol Industri (KMI) Bontang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan kepada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Sebelumnya sudah dilakukan penandatangan naskah kerja sama atau MoU, antara Direktur Umum PT KMI Ir. Agus Priyatno, IPU dengan Dekan FKG UGM Dr.drg. Ahmad Syaify, Sp.Perio (K), pada 17 Januari lalu.

Kegiatan pengabdian masyarakat pertama kali dilakukan pada Selasa (28/1/2020) di Bontang, Kalimatan Timur.

Selain Dekan, tim dari FKG UGM yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Wakil Dekan drg. Trianna Wahyu Utami, MDSc., Ph.D, Prof. Dr. drg.Widowati Siswomihardjo, M.S, drg. Supriatno, M.Kes., Ph.D, dan Dr. drg. Indah Titien S.U., Sp, KGA (K).

Sementara itu Direktur Umum PT KMI, Ir Agus Priyatno, didampingi Manajer Umum Muhammad Irfan, beserta seluruh jajaran manajer PT. KMI.

Kegiatan berupa sosialisasi perawatan kesehatan gigi ABK ini melibatkan sekitar 100 orang tua ABK.

Mereka sebagian besar berasal kawasan buffer zone PT KMI.

Baca juga: Sempat Galau dan Menangis, Dian Fajarwati Jumpai Keajaiban hingga Jadi Wisudawan Terbaik Biologi UGM

Alumnus Fakultas Teknik UGM sekaligus Ketua KATGAMA dan anggota Majelis Wali Amanat itu mengatakan, prioritas kegiatan kali ini untuk warga di wilayah buffer zone, yang juga sebagai sasaran CSR-nya.

Meskipun ke depan bisa saja warga daerah lain di Bontang yang menjadi sasaran.

Sementara Dekan FKG UGM, Ahmad Syaify mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan yang pertama kalinya digelar.

Selanjutnya akan dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan selama tiga tahun ke depan.

“Kegiatan dirancang secara komprehensif mencakup, edukasi, pencegahan (preventif), perawatan (kuratif), pemulihan fungsi (rehabilitatif), dan evaluasi akhir,” jelas Syaify.

Bersamaan dengan pengabdian masyarakat, segera dilakukan pula penelitian lapangan terkait dengan kesehatan gigi dan mulut ABK di kawasan buffer zone.

Untuk tindakan medik dental, FKG UGM dan PT KMI menggandeng RS Pupuk Kaltim Bontang.

Baca juga: Ketua KAGAMA Sumut Resmi Jadi Doktor dan Lulus Cum Laude Usai Bikin Terobosan di Pelindo I