UGM Bikin Lidah Elektronik Serba Bisa yang Mampu Deteksi Kehalalan Produk

1039
Terobosan di bidang teknologi mampu ditorehkan UGM melalui Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., yang sukses mengembangkan lidah elektronik. Foto: Humas UGM
Terobosan di bidang teknologi mampu ditorehkan UGM melalui Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., yang sukses mengembangkan lidah elektronik. Foto: Humas UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Lidah elektronik yang disebut ELTO (electronic tongue), diciptakan Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dan tim dengan fungsi serba bisa.

ELTO mampu menguji kehalalan, keaslian, dan kualitas produk makanan dan minuman secara cepat serta akurat.

Kuwat, yang juga peneliti di Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM, menjelaskan keunggulan purwarupa ELTO kepada wartawan dalam Konferensi Pers di Laboratorium Fisika Material dan Insumentasi (Fismatel) Departemen Fisika FMIPA UGM, Jum’at (15/1).

“Alat ini bisa digunakan sebagai metode untuk membuktikan keaslian produk-produk makanan seperti kopi luwak dan zam-zam, mendeteksi kontaminasi produk dan kehalalannya, deteksi cepat narkotika dan lainnya,” tutur Kuwat.

“ELTO bekerja layaknya lidah kita, yakni bisa menganalisis berbagai macam rasa seperti pahit, asin, asam, manis, dan gurih atau umami,“ terangnya.

Adapun selain kopi dan air zam-zam, produk lain yang bisa dideteksi keasliannya oleh ELTO adalah teh hitam dan kakao.

Dua produk tersebut dapat diketahui kualitasnya apakah masuk tingkatan premium, sedang, atau rendah.

Baca juga: OK. AdiGita Gama, Wadah Para Mantan Aktivis Gelanggang Bermain Keroncong

Di samping itu, lidah elektronik yang satu ini pun bisa digunakan sebagai detektor kehalalan, misalnya gelatin, dan kontaminasi dalam produk makanan serta kosmetik.

Alat ini juga sedang diujikan guna mampu mendeteksi narkotika yang pengembangannya bekerja sama dengan Mabes Polri.

Dituturkan Kuwat, ELTO dikembangkan sejak tahun 2016 bersama dengan tim mahasiswa pascasarjana Fisika UGM, yaitu Shidiq Nur Hidayat dan Trisna Julian.

Penelitian yang telah mereka lakukan untuk mengembangkan ELTO menghabiskan biaya Rp200-an juta.

Komponen utama ELTO adalah larik sensor rasa yang berfungsi sebagai elektroda kerja, elektroda referensi, dan sistem akuisisi data.

Ada juga sistem kecerdasan buatan (AI) yang  dihubungkan ke komputer atau ponsel cerdas Android secara nirkabel.

Selain itu, ELTO ditenagai satu baterai lithium 3.500 mAH yang bisa bertahan hingga 14 jam untuk penggunaan secara kontinu.

Baca juga: Hobi Nongkrong di Perpustakaan Sejak Kuliah, Alumnus Fisipol UGM Ini Galakkan Budaya Literasi di Purworejo