Senin, 24 Juni 2024 | 08:30 WIB

Jangan Jadikan Banjir sebagai Ajang Kontestasi Politik

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Awal tahun baru 2020 menjadi awal tahun yang kelam bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

Mereka harus merayakan tahun barunya bersama banjir, yang hampir menenggelamkan rumah di beberapa titik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Seperti yang dilansir Detik, Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo mengungkapkan, sampai hari ini sudah ada 43 orang meninggal dunia akibat banjir.

Sementara, sebagian warga lainnya masih bertahan hidup, tetapi dengan kondisi yang memprihatinkan.

Seperti yang dilansir Metro TV, korban banjir mengungsi di lantai dua dan tiga rumah mereka, sambil menahan kedinginan dan rasa lapar selama berhari-hari.

Dalam tiga hari ini, warganet juga menyuarakan permohonan bantuan di linimasa media sosial mereka.

Dengan harapan, ada orang yang peduli segera memberi bantuan penanganan korban banjir.

Baca juga: Saran Pakar Teknik Sipil dan Lingkungan UGM untuk Bereskan Banjir Jakarta

Di tengah hiruk pikuk, penyelamatan diri warga Jakarta dan sekitarnya, serta pemerintah dan relawan yang berupaya mencari solusi penanganan banjir, sebagian warganet ramai berbincang lewat tagar #4nieshancurkanjakarta yang menjadi trending topic di media sosial Twitter.

Muncul opini dari akun @yusuf_dumdum yang mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang blusukan, mengontrol langsung kesiapan rumah pompa di wilayah Muara Baru.

Namun dirinya mempermasalahkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang tidak mendampingi presiden.

Kemudian ada pula yang membanding-bandingkan, kinerja Gubernur DKI Jakarta sekarang dengan yang sebelumnya.

“Bayangkan, dua tahun lebih @aniesbaswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta, tapi tak ada satupun pencapaian kerja yang bisa diberikan apresiasi. Dulu era @basuki_btp, waduk dikeruk, kali dibeton, sungai dinormalisasi,” ujar pemilik akun @bangzul_88.

Dilansir dari Kompas, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, menyesalkan bencana banjir menjadi produk politik bagi masing-masing kubu untuk mendewakan junjungannya atau menyerang lawan politik.

Pangi melihat pendukung fanatik dan elite politik kedua kubu nampaknya belum siap untuk saling kompak.

Baca juga: Langkah Anies Baswedan untuk Segera Redakan Banjir Jakarta


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA