Mahasiswa Baru UGM Harus Bangun Integritas dan Persatuan Bangsa

237
Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc., selaku Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI, dalam orasinya menyampaikan, menjadi satu-satunya kampus yang lulusannya pernah menjadi presiden dan wakil presiden. Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Ritual wajib Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru kembali dilaksanakan.

Acara ini sekaligus membuka rangkaian kegiatan Pekan Pembelajaran Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) tahun 2019 yang akan berlangsung mulai 3-9 Agustus.

Upacara dan pembukaan PPSMB ini diselenggarakan di Lapangan Grha Sabha Pramana pada Sabtu (03/8/2019).

Penerimaan mahasiswa baru secara simbolis ditandai dengan pemasangan jaket almamater dan pin kepada perwakilan mahasiswa.

Mereka yakni mahasiswa termuda, mahasiswa beasiswa Bidik Misi, mahasiswa difabel, dan mahasiswa asing.

Upaca Pembukaan PPSMB Palapa 2019. Foto: Kinanthi
Upaca Pembukaan PPSMB Palapa 2019. Foto: Kinanthi

Dari jumlah keseluruhan mahasiswa yang diterima, sebanyak 7.646 berasal dari program sarjana dan 762 dari program Dipoma IV.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan (PPK) Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr., mengatakan mahasiswa program sarjana diterima melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, Ujian Mandiri, afirmasi dari Kemenristekdikti, santri berprestasi dari Kemenag.

Sementara mahasiswa program Diploma IV diterima melalui jalur PBUTM dan UTUL.

Selain dari Indonesia, UGM juga menerima mahasiswa asing yang mengikuti program double degree sebanyak 23 mahasiswa dari negara Lativia, Norwegia, Prancis, dan Malaysia.

Di samping itu, UGM juga menerima mahasiswa termuda yang berusia 15 tahun asal Jakarta, Bhagas Nakshatrasakti yang diterima di Fakultas Biologi program IUP.

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., Ph.D mengucapkan selamat kepada 8.408 mahasiswa yang dterima dari 149.864 pendaftar.

Integritas Membangun NKRI

PPSMB kali ini mengangkat tema ‘Integritas UGM Wujudkan Integrasi Nasional.’

Berkaitan dengan tema tersebut, Panut berharap mahasiswa baru UGM memiliki integritas tinggi dalam membangun NKRI.

“Di sini kalian akan berjuang dan berinovasi untuk diri kalian sendiri. Tetapi, juga agar nantinya dapat berkontribusi pada masa depan Indonesia yang lebih maju,” jelas Panut dalam sambutannya.

Panut menyampaikan, sebagian orang pastinya menyadari kondisi masyarakat saat ini rentan dengan berbagai isu yang berpotensi merapuhkan persatuan bangsa.

Keberagaman yang seharusnya menjadi pemersatu, justru menimbulkan gesekan di masyarakat.

Untuk itu, Panut berharap mahasiswa baru dan seluruh civitas akademika UGM ikut menjaga Pancasila, yang sekaligus berperan sebagai pejuang untuk kepentingan bangsa.

“PPSMB menjadi rangkaian awal dalam upaya membangun integritas dan pembelajar tangguh yang mampu beradaptasi menyinergikan berbagai perbedaan,” tutur Panut.

Panut melanjutkan, empat tahun lagi sejak sekarang, mahasiswa baru akan berangsur-angsur meninggalkan kampus UGM.

“Setelah lulus kalian akan bertebaran di penjuru wilayah nusantara dan berada jauh dari UGM. Namun, saya berharap hati kalian tetap UGM,” pungkas Panut.

Panut berharap mahasiswa baru dan seluruh civitas akademika UGM ikut menjaga Pancasila, yang sekaligus berperan sebagai pejuang untuk kepentingan bangsa. Foto: Kinanthi
Panut berharap mahasiswa baru dan seluruh civitas akademika UGM ikut menjaga Pancasila, yang sekaligus berperan sebagai pejuang untuk kepentingan bangsa. Foto: Kinanthi

Kiprah Alumni UGM

Selain Rektor dan jajarannya, telah hadir juga Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc., selaku Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI.

“Saya pernah berada di sini bersama Mensesneg, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. dan Presiden Joko Widodo 39 tahun yang lalu,” ujar Sri dalam sambutannya.

UGM, kata Sri, menjadi satu-satunya kampus yang lulusannya pernah menjadi presiden dan wakil presiden.

Sri melanjutkan, banyak lulusan UGM yang menjadi pejabat negara, profesional, dan pengusaha.

Mahasiswa UGM sudah selayaknya bangga dan optimis akan maju, serta berjuang untuk Indonesia.

UGM merupakan kampus perjuangan, kerakyatan, kebangsaan, pancasila. Kita semua berjuang membangun Indonesia.

“Ingatlah terus lagu Hymne Gadjah Mada sampai lulus, bekerja, berjuang, berkarya, dan berusaha. Ini menjadi bekal untuk kalian. Jiwai itu,” pungkas perempuan yang juga mengajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM itu.

Selama kuliah, Sri menganjurkan mahasiswa untuk ikut berbagai kegiatan non akademik.

Di samping itu, jangan lupakan pergaulan dengan teman-teman.

“Keberagaman mahasiswa dari berbagai latar belakang suku dan budaya akan memperkaya wawasan mahasiswa dan membuat mereka lebih mencintai Indonesia,” ujar Sri yang dulu pernah aktif di UKM Marching Band.

Upacara penerimaan mahasiswa baru ditutup dengan penampilan dan profiling berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UGM. (Kinanthi)