Senin, 24 Juni 2024 | 08:11 WIB

Mobilitas Penduduk Tinggi, Salah Satu Faktor Penyebab Penyakit Infeksi Menular

Masalah kedua ada pada remaja asal Iraq yang mengalami echinococcois karena berkontak dengan binatang, seperti anjing dan domba.

Echinococcosis ini menyerang paru-parunya, sehingga ia mengalami gangguan pernapasan. Di indonesia, infeksi paling banyak terjadi di Sulawesi.

Masalah ketiga, papar Soeren, pasien berusia 47 tahun dari Jerman yang sedang travelling ke Vietnam, terserang cacing strongloidiasis. Cacing ini biasanya hidup ditempat hangat dan lembab.

Maluku Tengah merupakan daerah yang sering terkontaminasi cacing ini. Terakhir, ada schistosomiasis menyerang salah satu imigran Jerman dari Afrika.

“Infeksi kecacingan di Indonesia umumnya terjadi di daerah perairan. Sebab, infeksi kecacingan merupakan asimtomatik, yakni penyakit dimana pasien tidak merasakan gejala apapun,” ungkap profesor asal Swiss Tropical Public Health Institute & Saarland University Jerman ini.

Soeren menyatakan bahwa penyebab utama adanya infeksi ini adalah sanitasi yang belum baik.

Selain infeksi kecacingan, penyakit infeksi menular yang tak kalah berbahaya yaitu Malaria.

Negara-negara di Asia Tenggara yang terkena infeksi dengan jumlah penderita cukup tinggi adalah Kamboja, Myanmar, dan Laos.

“Protozoa parasit penyebab malaria tinggal di dalam tubuh selama 4 bulan atau lebih.”

“Sebanyak 59 persen pasien terdeteksi demikian,” ungkap Malika yang meneliti pasien Malaria, khususnya pada pasien yang sudah mengalami asimtomatis.

Profesor asal Mahidol University ini juga mengabarkan di negara asalnya Thailand, saat ini sedang berusaha membasmi malaria, dengan target tahun 2024 mendatang sudah mengalami penurunan jumlah penderita.

Beberapa solusi yang ditawarkan Malika di antaranya penanganan pasien dengan terapi untuk melawan bakteri, serta melakukan monitoring untuk mengeliminasi malaria.

Suwito mewakili dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, memaparkan program eliminasi penyakit infeksi di Indonesia.


KAGAMA EDISI CETAK

BACA JUGA

BERITA TERKAIT

JOGJANESIA