Mahasiswa Bisa Lakukan Publikasi Review Artikel dan Buku

1052
Sebenarnya mahasiswa bisa mulai dari yang sederhana, misalnya melakukan review buku.(Foto: Kinanthi)
Sebenarnya mahasiswa bisa mulai dari yang sederhana, misalnya melakukan review buku.(Foto: Kinanthi)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kegiatan seminar dan workshop penulisan jurnal menunjang mahasiswa dalam tugas kuliah dan kegiatan penelitian. Apalagi mahasiswa magister dan doktor saat ini diwajibkan memiliki publikasi nasional dan internasional.

Hal ini untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, walaupun sebenarnya sudah banyak publikasi internasional yang diraih oleh akademisi UGM. Untuk itu, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana FTPUGM menyelanggarakan Seminar Penulisan Jurnal Ilmiah “Strategi Menembus Jurnal Nasional dan Internasional” di Ruang 384 FTP UGM.

Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Si.Apt, dosen Fakultas Farmasi UGM dan Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.TP., M.Sc, dosen FTP UGM.

Tidak jarang mahasiswa yang belum menyadari pentingnya publikasi ilmiah, terutama bagi diri dan masa depan. Menurut Abdul, kebanyakan mahasiswa melakukan publikasi ilmiah hanya untuk memenuhi kewajiban akademik. Melakukan publikasi ilmiah berarti mahasiswa mengapresiasi tulisannya sendiri.

Meskipun diundang sebagai pembicara yang sudah berprestasi di bidang publikasi ilmiah, Abdul menyarankan semua mahasiswa untuk belajar dari orang yang lebih berpengalaman darinya. Ia berharap mahasiswa S2 dan S3 jangan hanya berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Agar mahasiwa lebih berkembang, Abdul menyarankan mahasiswa untuk submit jurnal ke lembaga publikasi yang bereputasi. Dalam perkembangannya, di UGM sendiri belum semua fakultas memberikan syarat kepada mahasiswa untuk publikasi di jurnal yang terakreditasi.

Abdul memahami situasi mahasiswa yang seringkali bingung ketika sudah ditugaskan menulis. Namun, mahasiswa perlu segera pergi dari kebingungan tersebut, dan jangan ragu mempublikasikan jurnal. Dengan mengikuti seleksi, mahasiswa menjadi punya harapan.

“Ikut seleksi publikasi jurnal berarti punya sesuatu yang dihantarkan, maka punya harapan. Harus bangkit dari kebingungan dan berani submit. Ibarat sebelum mati sudah menanam pohon. Jadilah orang yang menulis tanpa batas ruang dan waktu,” ujar akademisi yang sudah melakukan publikasi sebanyak 152 tulisan ini.

Saat melakukan publikasi, pemilihan jenis artikel merupakan langkah awal yang tidak boleh gagal. Terdapat beberapa kategori di halaman awal, diharapkan mahasiswa memilih jenis artikel yang tepat.

“Jika anda menggunakan data lengkap, bisa pilih kategori original articel. Sedangkan jika tulisan hanya memaparkan pendahuluan, tetapi tingkat keterbaruannya tinggi, maka pilih kategori short communication,” pungkas akademisi yang meraih indeks Scopus 21 ini.