Kualitas Pelayanan Becak Wisata di Kota Yogyakarta Perlu Ditingkatkan

1017
Dengan ongkos becak yang murah, wisatawan tidak berharap pelayanan lebih.(Foto: bisniswisata.co.id)
Dengan ongkos becak yang murah, wisatawan tidak berharap pelayanan lebih.(Foto: bisniswisata.co.id)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Keberadaan becak wisata telah menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Meski demikian, tingkat kepuasan wisatawan sebagai konsumen yang mengunakan jasa becak wisata rata-rata hanya  pada level “cukup puas” saja.

Demikian hasil penelitian Heru Pramudia, dari Magister Kajian Pariwisata UGM. Heru meneliti respon wisatawan yang menggunakan jasa becak wisata di Kawasan Malioboro dan objek-objek wisata lain di Kota Yogyakarta. Ia menyoroti dimensi kualitas  jasa, yaitu dimensi reliabilitas, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik.

Adapun untuk kualitas pelayanan yang diterima dengan menggunakan becak wisata ditentukan bedasarkan lima item kualitas pelayanan, yaitu 1″tidak puas”, 2 “kurang puas”, 3 “cukup puas”, 4 “puas”, dan 5 “sangat puas”.

“Kualitas layanan yang ditemukan di lapangan masih belum cukup baik dan belum cukup memuaskan, seperti kerapian berpakaian, fasilitas fisik becak, empati, jaminan, daya tanggap dan kehandalan layanan,” tulis Heru.

Penelitian yang dilakukan Heru sekaligus membenarkan hipotesa, bahwa kualitas pelayanan berpengaruh posistif terhadap tingkat kepuasan wisatawan. Jika kualitas pelayanan baik, maka tingkat kepuasan akan semakin baik.

Adapun tingkat kepuasan wisatawan saat menggunakan becak wisata menurut Heru, dipengaruhi faktor seperti pengalaman selama perjalanan, nilai budaya yang dialami selama berwisata, atau becak wisata sebagai warisan budaya jawa.

Kemungkinan lain juga karena harga yang ditawarkan terlalu murah. Sehingga dengan ongkos becak yang murah, wisatawan tidak berharap pelayanan lebih.