Menggaungkan Jiwa Beragama dan Berbangsa

262
Pidato Kebangsaan; Menjaga Moderasi Beragama, Mengokohkan Bangsa.(Foto: Sirajuddin)
Pidato Kebangsaan; Menjaga Moderasi Beragama, Mengokohkan Bangsa.(Foto: Sirajuddin)

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Pemuda sebagai jalur emas dalam membentuk dan memupuk rasa kebangsaan, memiliki alur yang lapang untuk menjadikannya tunas harapan. Berbekal ide dan kecintaan kepada tanah air, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berkolaborasi dengan Gerakan Suluh Kebangsaan menggelar acara Pidato Kebangsaan.

Acara yang digelar di Bangsal Kepatihan pada Minggu (31/03/2019) mengangkat tema “Menjaga Moderasi Beragama, Mengokohkan Bangsa”.

“Saya mengajak teman-teman yang ada di sini sebagai promotor dalam menjadikan kota Yogyakarta sebagai kota yang damai dan berbudaya sekaligus kota percontohan,” seru Ayi selaku ketua panitia.

Ayi menceritakan awal terbentuknya gagasan dalam menjaga negara lewat moderasi agama ini. Kerinduan akan kenyamanan dalam keberagaman dirasakan penuh oleh masyarakat yang hadir.

Sambutan dari Sri Paduka Pakualam X sebagai Wakil Gubernur DIY membuka acara secara resmi. Dalam pidatonya, pihaknya mengajak khalayak untuk menguatkan lagi faham keislaman dan keindonesiaan guna menyongsong tahun politik 2019.

“Mari kita kuatkan lagi. Toleransi dan kedamaian hidup adalah cara untuk mengokohkan bangsa. Berbangsa yang baik tidak lepas dari sikap beragama yang benar,” pungkasnya.

Acara dimulai dengan diskusi panel tentang penggambaran negara-negara Asean yang harus rela berdarah-darah dalam membangun nasionalismenya. Lewat buku yang dikutipnya, Hakimul Ikhwan selaku moderator dalam diskusi panel ini menggambarkan bentuk negara saat ini yang terbagi menjadi pemangku pemerintah dan agama.

Acara ini menghadirkan Staf Khusus Presiden Dr. Hj. Siti Ruhaini Dzuhayatin, M.A., Dosen UII Prof. Suwarsono Muhammad, M.A., Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNY Prof. Dr. Ajat Sudrajat, M.Ag, dan Lurah Mahasiswa Nasional Dr. Senawi, M.P.