KagamaCare Gandeng Fakultas Teknik UGM Bangun Sekolah Tahan Gempa

201
KagamaCare Gandeng Fakultas Teknik UGM Bangun Sekolah Tahan Gempa.(Foto: Nizam)
KagamaCare Gandeng Fakultas Teknik UGM Bangun Sekolah Tahan Gempa.(Foto: Nizam)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – KagamaCare bekerja sama dengan Fakultas Tenik (FT) UGM membangun sekolah tahan gempa di lokasi gempa Palu dan Lombok. Melalui Lembaga Kerja Sama Fakultas Teknik (LKFT), kerja sama dilakukan karena FT UGM memiliki sumberdaya untuk merancang sampai dengan melaksanakan pembangunan dan pengawasan pembangunan kedua SD tersebut

Sebelumnya, Kagama melalui program penggalanan dana KagamaCare mendapatkan amanah dari MKKS guru dan siswa SMA-SMK di Jawa Tengah untuk membangun SDN 20 Sirenja di Dusun Tiga Sao, Desa Tondo Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah.

Dekan FT UGM Prof. Nizam, M.Sc., Ph.D mengatakan, sebagai daerah yang terdampak tsunami pada gempa Palu beberapa waktu lalu, pembangunan sekolah ini dirancang khusus tahan gempa dengan struktur rangka baja. Selain di Palu, model sekolah yang sama juga dibangun di SDN 6 Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB.

“Inimerupakan wujud kepedulian dan kesetiakawanan guru-guru untuk saudaranya yang jauh di sana namun dekat di hati. Sangat patut kita apresiasi. FT UGM dan Kagama mendukung penuh program tersebut,” ungkapnya kepada Kagama, Jumat (15/03/2019).

Pembangunan SDN 20 Sirenja.(Foto: Nizam)
Pembangunan SDN 20 Sirenja.(Foto: Nizam)

Bangunan SD negeri ini, papar Nizam, dirancang sesuai dengan prinsip mitigasi sehingga harus tahan gempa dengan sistem RISBA (Rumah Instan Struktur Baja), hasil pengembangan dosen-dosen FT UGM yang sudah disetujui Kementerian PUPR untuk digunakan pada rekonstruksi pasca bencana.

“Kelebihannya selain tahan gempa, mudah dan cepat dibuat, struktur rangka baja untuk 1 lokal dengan 4 kelas selesai dibangun 5 hari dengan 8 tukang,” jelas Nizam.

Pengurus KagamaCare Sulastomo Raharja menambahkan, pada proses pembangunannya, SDN 20 Sirenja dimulai lebih lambat dari pada SDN 6 Sesait, Lombok Utara. Hal ini terkait dengan proses pengiriman material yang lambat karena keterbatasan fasilitas bongkar muat di pelabuhan Palu yang rusak karena terdampak peristiwa tsunami.

“SDN 6 Sesait Lombok Utara pada Maret 2019 sudah mulai berfungsi sepenuhnya,” ujarnya.

Selain bangunan, kata Nizam, untuk memenuhi prinsip mitigasi, kedua sekolah dasar tersebut dilengkapi dengan furniture yang sudah dirancang untuk bisa menjadi tempat perlindungan saat terjadi gempa. Guru dan siswa bisa berlindung di bawah meja untuk menghindari tertimpa material yang mungkin terjatuh pada saat terjadi gempa. (TH/Humas FT)