Menyulap Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar

455
Sampah plastik.(Foto: Tempo.co)
Sampah plastik.(Foto: Tempo.co)

KAGAMA.CO – Limbah plastik yang sulit terurai pengelolaannya belum maksimal di Indonesia. Saat ini telah banyak usaha dari perorangan maupun bada usaha yang melakukan pengelolaan plastik, namun tidak semua jenis limbah plastik bernilai ekonomi.

Yebi Yuriandala menyebutkan bahwa plastik dengan lapisan aluminum foil (multilayer) dan styrofoam tidak memiliki nilai ekonomi lebih.

Dalam tesisnya yang berjudul Pirolisis Sampah Plastik Polistirena (Styrofoam) dan Smapah Plastik Berlapisan Aluminium Foil untuk Menghasilkan Bahan Bakar dijelaskan bahwa plastik berlapisan aluminium foil biasanya didaur ulang sebagai produk kreatif seperti ransel dan keranjang.  Sementara Styrofoam dimanfaatkan sebagai bahan campuran beton.

Akan tetapi, pada kenyaataannya upaya recycle limbah plastik ini hanya menunda proses masuknya sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Oleh karena itu, penanganan dengan cara seperti itu dianggap masih berpotensi mencemari lingkungan.

Dalam tesis Yebi di Fakultas Teknik, Program Studi Magister Teknik Sistem 2015, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif menggunakan energi panas yang dihasilkan dari proses pirolisis (proses pemanasan).

Menurut Yebi, proses ini dapat dilakukan karena bahan baku pembuatan plastik adalah minyak bumi (nafta) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Pemanfaatan ini dinilai penting karena jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan bahan bakar fosil sangatlah banyak, serta permintaan pasar selalu meningkat setiap tahunnya.

Meskipun terbukti mampu dijadikan sebagai bahan bakar alternatif, tetapi hasil penelitian tesis ini menunjukkan bahwa terjadi fluktuasi (naik-turun) pada setiap penambahan sampah plastik berlapisan aluminium foil.

Yebi menjelaskan hal tersebut terjadi karena limbah plastik yang menjadi bahan baku dalam proses pirolisis ini didapatkan dari berbagai macam sumber. Dengan demikian, limbah plastik telah terkontaminasi oleh bahan atau limbah lain sebelum memasuki proses pirolisis.(Tita)