Begini Resep Agar Teknologi Tidak Menggantikan Manusia di Era Disrupsi

392
digital_economy_2018.(Foto: Warta Ekonomi)
digital_economy_2018.(Foto: Warta Ekonomi)

KAGAMA.CO – Teknologi banyak mengambil alih pekerjaan manusia dalam dunia bisnis karena dianggap lebih efisien, cepat, dan terpercaya. Hal ini disampaikan oleh Deputi Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono dalam Excecutive Lecture Series Ke-4 yang diadakan di University Club (UC), UGM pad Selasa  (19/12/2018).

Acara ini diadakan oleh Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) dan Program Studi Master dan Doktor Studi Kebijakan (Master dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan) UGM.

Armand menyatakan bahwa teknologi yang berkembang dengan sangat cepat ini harus diimbangi dengan kemampuan adaptasi.

“Jangan berhenti belajar hanya sampai lulus kuliah saja, kita harus belajar selama seumur hidup agar terus bertahan dan berkembang mengikuti kemajuan zaman,” ungkapnya.

Pria kelahiran Semarang ini juga menjelaskan bahwa banyak perusahaan yang collapse karena teknologi sudah sangat berkembang, namun pola pikir yang diterapkan masih menggunakan cara-cara lama.

Deputi Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono, dalam Excecutive Lecture Series Ke-4.(Foto: Tita)
Deputi Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono, dalam Excecutive Lecture Series Ke-4.(Foto: Tita)

Sependapat dengan Armand, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng selaku Rektor UGM dalam sambutannya setuju bahwa pemanfaatan teknologi dapat mempermudah pekerjaan. Bahkan, teknologi lebih mampu mendatangkan banyak keuntungan bagi para pebisnis karena meminimalisir jumlah pekerja.

“Akan tetapi, kondisi tersebut memunculkan permasalahan baru berupa penurunan lapangan pekerjaan bagi manusia. Padahal penduduk di Indonesia yang harus bekerja jumlahnya sangat tinggi,” ungkap Panut.

Menjawab keresahan dari Panut, Armand mengaku bahwa BCA tidak pernah mengurangi jumlah pekerja. Perusahaan ini banyak menambah mesin transaksi dan platform digital, tetapi tidak pernah mengurangi atau menambah pekerja.

Dalam kasus yang berbeda, ia menjelaskan bahwa pekerja yang tenaga dan keahliannya tidak lagi dibutuhkan dalam perusahaan dapat dilatih mengasah kemampuan baru untuk bekerja di bidang lain, namun tetap berada dalam perusahaan yang sama.

Menurut Armand, pesatnya perkembangan teknologi saat ini jangan terlalu dikhawatirkan akan menggantikan peran manusia dalam kehidupan. Alasannya adalah teknologi mampu meringankan pekerjaan manusia yang membosankan, sehingga ada aktivitas lain yang jauh lebih bermanfaat dan menyenangkan untuk dilakukan.

Armand menambahkan bahwa tidak semua aspek kehidupan dapat digantikan peranannya dengan teknologi. Ia mencontohkan hal ini dengan relationship antara nasabah dengan bank. Apabila ada kendala pada nasabah, maka mereka akan lebih senang dilayani langsung oleh karyawan, bukan teknologi.(Tita)