Sri Sultan Lepas Rombongan Nitilaku UGM 2018

93
Nitilaku UGM 2018.(Foto: Maulana)
Nitilaku UGM 2018.(Foto: Maulana)

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Sri Sultan Hamengku Buwono X melepas rombongan Pawai Kebangsaan Nitilaku UGM 2018 di Alun-alun Utara Yogyakarta pada Minggu (16/12/2018). Dalam pelepasan, Sultan didampingi oleh Ketua Umum PP KAGAMA Ganjar Pranowo, Sekjen KAGAMA Ari Dwipayana, dan Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng.

Nitilaku adalah pawai budaya sebagai simbolisasi sejarah UGM yang berawal dari Keraton Yogyakarta yang merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis ke-69 UGM. Peserta kegiatan adalah civitas akademia UGM (Mahasiswa, Dosen dan Karyawan), Alumni UGM, KAGAMA, Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) di Yogyakarta, Dharmasiswa (mahasiswa asing), Komunitas Seni Yogyakarta dan Masyarakat DIY.

Dalam sambutannya, Sultan menyampaikan bahwa Nitilaku merupakan penanda hubungan antara UGM, kampung, dan Keraton. Pihaknya berharap agar hubungan tersebut berlanjut sebagai kekuatan membangun negara dan bangsa.

Menurut Rektor UGM, tujuan Nitilaku adalah mengenang kembali masa-masa berdirinya UGM dan peran keraton di masa revolusi kemerdekaan. Menurutnya, UGM tidak pernah melupakan jasa keraton yang sampai saat ini masih tetap berkontribusi dalam memajukan kesejahteraan rakyat.

Nitilaku UGM 2018.(Foto: Maulana)
Nitilaku UGM 2018.(Foto: Maulana)

“Oleh karena itu, UGM mengenang masa lalu agar dapat bersama dengan keraton, kampung, pemerintah, dan kalangan usaha untuk meningkatkan perannya masing-masing dalam meningkatkan kemajuan masyarakat,” ungkap Rektor.

Sementara itu, sebagai penyelenggara, Ganjar Pranowo megatakan bahwa Keluarga Alumni Universitas Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) tahun ini genap berusia 60 tahun. Sebagai bagian tak terpisahkan dari UGM, Nitilaku 2018 merupakan kontribusi dan bakti nyata KAGAMA untuk almamater, bangsa dan Negara melalui karya nyata.

“KAGAMA berkembang, mulai dari saling berjejaring hingga menggalang bantuan untuk korban bencana. Ada juga yang bikin buku, mengumpulkan tulisan yang temanya mirip bukunya Bang Hadi Siregar, isinya tentang mereka-mereka yang menemukan cinta atau jodoh di UGM,” ungkap Ganjar diiringi tepuk tangan hadirin.

Dalam pelaksanaannya, Nitilaku 2018 terdiri atas pawai kebangsaan, festival kuliner tradisional, pertunjukan kesenian di sepanjang rute, dan puncaknya resepsi sarapan dan kesenian di Lapangan Pancasila UGM. Adapun rute perjalanan peserta pawai kebangsaan dimulai dari pagelaran Keraton Yogyakarta-
Titik Nol–Jl. P. Senopati-Jl. Mataram-Lapangan Kridosono-Jl. Cik di Tiro-Boulevard UGM- Balairung UGM-Lap GSP UGM.(Thovan)