Meriahnya Warna-warni Nitilaku, dari Busana Adat hingga Kesenian Tradisional

89
Kagama DKI Jakarta.(Foto: Istimewa)
Kagama DKI Jakarta.(Foto: Istimewa)

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Ramainya Nitilaku UGM 2018 dimeriahkan oleh beberapa hal yang cukup unik. Mulai dari kostum para peserta hingga kesenian yang ditampilkan.

Diikuti oleh perwakilan Pengurus Daerah KAGAMA dari berbagai daerah membuat suasana Nitilaku menjadi berwarna. Beberapa kelompok peserta tampak mengenakan pakaian adat atau khas dari daerahnya masing-masing.

Para peserta yang mengenakan beranekaragam kostum tersebut mulai tampak memadati Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta sekitar pukul enam pagi. Di antara mereka tampak saling bercengkerama melepas rindu karena lama tidak bertemu. Ada yang berasal dari Jakarta, Padang, Medan, bahkan Toli-toli.

Dari kejauhan tampak tulisan yang ditenteng oleh seorang pria yang bertuliskan Kagama DKI Jakarta. Lengkap dengan iring-iringin berbaju adat Betawi.

Di lain tempat tampak bapak-bapak berpakaian serba hitam dan berkaos loreng merah putih, pakaian khas dari daerah Jawa Timur. Lalu masih ada banyak lagi yang memakai baju lurik khas jogja, berkebaya, dan ada pula yang berdandan mirip tentara veteran.

Najah, salah satu peserta asal Jepara datang pagi-pagi ke Alun-alun walaupun mengaku kurang tidur. Mengenakan batik dan celana jeans, ia tampak bersemangat mencari teman seangkatannya dan berbincang sambil menikmati arem-arem yang disediakan panitia.