Beasiswa KAGAMA, Urun Rembuk Alumni dalam Bidang Pendidikan

288

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Salah satu usaha yang dilakukan oleh alumni UGM guna memfasilitasi keterjangkauan akses pendidikan adalah dengan menyelenggarakan program beasiswa. Program ini merupakan pemberian bantuan kepada mahasiswa UGM yang kurang beruntung dalam hal finansisal sebesar 3 juta rupiah per bulan.

Digagas sejak tahun 2011, beasiswa ini mulanya diusulkan oleh Cahyo Raharjo (Geofisika 1999) dan Sulastama Raharja (Geologi 1993). Gagasan mengenai beasiswa ini pernah dirilis dan awalnya dibagikan di grup-grup FB alumni UGM dan juga milis.

“Beasiswa KAGAMA menjadi penting karena masih banyak mahasiswa UGM yang kurang beruntung secara finansial yang membutuhkan dukungan dari alumni UGM. Karena KAGAMA saat itu belum memiliki program beasiswa sebagai salah satu wujud kepedulian Alumni kepada almamaternya,” jelas Sulastama.

Beasiswa ini awalnya menggunakan mekanisme patungan dari alumni. Mereka yang tergabung dalam milis alumniUGM@googlegroups.com memutuskan untuk mengirim 50.000 rupiah per bulan atau 600.000 per tahun ke rekening penampung. Selain itu, Kagama Chevron juga melakukannya melalui mekanisme potong gaji.

Sulastama menuturkan, pihak PP Kagama Prof. Budi Wignyosukarto saat ditemui ketika dana sudah terkumpul, mengaku sangat antusias dan mendukung. “Ketika dana sudah terkumpul cukup banyak, pada kuarter keempat tahun 2011, pengelola menghubungi Sekjen PP Kagama untuk membicarakan proses penyaluran, yang kemudian beliau menyarankan untuk langsung menghubungi Direktur Kemahasiswaan UGM, Bpk Sentot Haryanto. Pihak UGM sangat mengapresiasi beasiswa KAGAMA ini dan kemudian terjalin kerja sama untuk proses seleksi dan penyalurannya,” tutur Sulastama.

Selama mengelola beasiswa, Sulastama mengaku tidak ada hambatan berarti.  Menurutnya yang jadi persoalan bisa jadi adalah jumlah peminat beasiswa yang jauh lebih besar daripada dana yang terkumpul. Pihaknya hanya bisa memberi beasiswa sekitar 10-15 % dari pendaftar.

Uniknya Beasiswa KAGAMA ini berasal dari sumbangan pribadi alumni UGM yang secara finansial belum terlalu mapan namun memiliki kepedulian yang tinggi terhadap almamater dan adik-adik tingkatya. Menurut Sulastama, Hal ini merupakan sesuatu yang menginspirasi karena untuk bermanfaat dan peduli tidak menunggu harus kaya raya terlebih dahulu. Atas inisiatif dan mengelola Beasiswa KAGAMA, Sulastama Raharja mendapatkan anugerah Alumni UGM berprestasi bidang pengembangan pendidikan pada tahun 2011.

“Sampai hari ini sumber utama dana beasiswa Kagama ialah Iuran Alumni UGM , Sisa Dana Kegiatan Kagama Virtual, Hasil Penjualan Buku Karya Alumni, Hasil Penggalangan dana melalui lelang dan Nonton Bareng, serta Sumbangan Kagama Chevron,” jelasnya.

Menurut Sulastama, sebagai kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas virtual dan sudah berjalan selama 8 tahun, Beasiswa KAGAMA berjalan dengan cukup bagus. Dana yang tersalurkan hingga kini berjumlah 900 juta rupiah dan tercatat 277 orang sebagai penerima beasiswa.

“Namun dengan menyandang nama Beasiswa KAGAMA rasanya kegiatan ini masih terlalu kecil dan bisa dikembangkan menjadi lebih besar. Dukungan dari Pengurus Pusat KAGAMA dan seluruh alumni khususnya yang sudah mapan sangat diperlukan untuk membesarkan Beasiswa KAGAMA,” ungkap Sulastama.

Pihaknya berharap beasiswa ini semakin maju dan berkembang, semakin banyak alumni yang berpartisipasi sehingga makin banyak adik-adik mahasiswa yang menerima manfaatnya. Menurutnya, saat ini Beasiswa KAGAMA baru menggerakkan sebagian kecil alumni, ia berharap ke depan bisa menggerakkan seluruh jaringan formal dan informal KAGAMA.

“Untuk itu, dukungan dari PP KAGAMA dan UGM sangat berarti bagi kemajuan Beasiswa KAGAMA ini,” pungkas Sulastama.(Thovan)