Atmosfer Baru dalam Nitilaku UGM 2018

144
Nitilaku.(Foto: Maulana)
Nitilaku.(Foto: Maulana)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Nitilaku UGM 2018 yang akan digelar pada Minggu (16/12/2018) mendatang tidak akan melewati Jalan Malioboro, tetapi menyusuri kampung-kampung yang lebih dekat dengan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua PP Kagama Ganjar Pranowodalam Konferensi Pers yang diadakan di Balairung UGM pada Jumat (15/12/2018).

Nitilaku yang melewati kampung-kampung ini dapat menjadi simbol ungkapan terima kasih dari alumni pada almamater dan Keraton Yogyakarta.

“Tujuan dari Nitilaku adalah mengenang kembali masa-masa berdirinya UGM dan peran keraton menjadi sangat vital,” ungkap Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng.

Menurutnya, UGM tidak pernah melupakan jasa keraton yang sampai saat ini masih tetap berkontribusi dalam memajukan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, UGM mengenang masa lalu agar dapat bersama dengan keraton, kampung, pemerintah, dan pihak swasta untuk meningkatkan perannya masing-masing dalam meningkatkan kemajuan masyarakat.

Dalam acara bertema “Perguruan Kebangsaan” ini, budaya yang ditampilkan tidak hanya Jawa. Pengurus KAGAMA juga Menampilkan budaya dari masing-masing daerahnya. Selain itu, peserta akan mengenakan pakaian daerah dan disajikan festival kuliner zaman dulu (jadul) untuk meningkatkan kenangan masa lalu atas jasa para pendiri UGM yang berusaha mensejahterakan masyarakat.

Ketua Nitilaku UGM 2018, Hendrie Adji Koesworo mengungkapkan bahwa peserta yang terdaftar secara resmi telah mencapai 2500 orang dan kemungkinan bertambah akan semakin besar.

“Berbeda dari sebelumnya, tahun ini peserta Nitilaku jumlahnya semakin bertambah,” ungkap Adji. Acara yang biasanya berakhir di Balairung UGM pun pada tahun ini pindah ke Lapangan Pancasila Grha Sabha Pramana (GSP) supaya lebih terasa atmosfer kesejarahan dan perjuangannya.(Tita)