Gubernur DIY Kunjungi Pesantren di Madura, Bahas Pembangunan Bangsa

386
Gubernur DIY Kunjungi Pesantren di Madura, Bahas Pembangunan Bangsa.(Foto: Taufiq)
Gubernur DIY Kunjungi Pesantren di Madura, Bahas Pembangunan Bangsa.(Foto: Taufiq)

KAGAMA.CO, BANGKALAN – Dalam konteks hari ini, Pondok Pesantren sesungguhnya berperan sebagai ujung tombak dan pelopor pembangunan masyarakat desa. Sebab, Kiai dan Santrinya yang punya komitmen tinggi terhadap kemaslahatan umat, merupakan komponen strategis untuk membangun masyarakat pedesaan.

Hal tersebut disampaikan dalam Ceramah Umum dan Dialog “Pendidikan dan Masa Depan Bangsa” bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, di Pondok Pesantren Al Hikam Ketengan, Burneh, Bangkalan, pada Rabu (12/12/2018).

“Peran ini tumbuh dan berkembang, karena Pesantren bukan sekadar Lembaga Pendidikan, tetapi juga Lembaga Sosial, bahkan Lembaga Ekonomi di pedesaan. Selain Pesantren ini, banyak contoh Pesantren lain yang dapat dikemukakan tentang perannya yang multidimensional ini,” ujar Gubernur.

Gubernur DIY Kunjungi Pesantren di Madura, Bahas Pembangunan Bangsa.(Foto: Taufiq)
Gubernur DIY Kunjungi Pesantren di Madura, Bahas Pembangunan Bangsa.(Foto: Taufiq)

Menurut Gubernur, konsep pendidikan pesantren umumnya bertujuan untuk pencapaian ilmu dan teknologi yang dijiwai iman dan taqwa kepada Allah SWT. Dengan demikian Santri-Santri lulusannya akan mampu hidup dinamis di lingkungan masyarakat-bangsa.

“Salah satu ciri khas Pesantren adalah menyiapkan SDM berkualitas dalam penguasaan Alquran secara mendalam dan terampil berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang baik serta mengembangkan budaya toleransi dan budaya perdamaian,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, tokoh Madura Prof. Dr. Mahfud MD menyampaikan kondisi terkini bangsa Indonesia yang menghadapi situasi agak rawan karena menjelang pemilu. Kadang kala masalah kebangsaan menjadi sensitif, diancam oleh perpecahan hanya karena Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legialatif.