Mahasiswa dan Kerja-kerja Paruh Waktu

705
Kerja paruh waktu di perpustakaan UGM.(Foto: putryariez.blogspot.com)
Kerja paruh waktu di perpustakaan UGM.(Foto: putryariez.blogspot.com)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kebanyakan mahasiswa memilih untuk fokus dengan perkualiahannya. Banyak alasan untuk melakukan itu, di antaranya tentu karena tuntutan untuk segera lulus atau ingin mengejar prestasi akademik.

Namun, barangkali hanya sedikit yang mau meluangkan waktu untuk bekerja, membagi waktu, dan belajar di luar perkuliahan.

KAGAMA bertemu dan berbincangan dengan Jihad Rahman, mahasiswa Sastra Perancis angkatan 2015 yang memilih untuk bekerja paruh waktu di tengan sibuknya perkuliahan. Jihad adalah salah satu dari sekian mahasiswa yang memilih untuk bekerja paruh waktu.

Menurut Jihad, mulanya ia menemukan iklan lowongan pekerjaan paruh waktu di depan pintu perpusatakaan FIB. Pekerjaan yang dibutuhkan kebetulan juga diinginkannya, yaitu penjaga perpustakaan.

“Waktu itu kebetulan syarat yang diberikan tidak terlalu rumit dan saya merasa memenuhinya,” ujar Jihad.

Salah satu alasannya memutuskan mengambil kerja paruh waktu adalah untuk mempersiapkan diri masuk di dunia kerja.  Selain itu ia mengutarakan keinginannya untuk lebih produktif dan banyak belajar.

Kerja paruh waktu bagi seorang mahasiswa UGM bisa jadi bukanlah hal yang mudah. Membagi waktu dengan perkuliahan adalah tantangan utama.

Namun, Jihad merasa cukup senang bekerja di perpustakaan fakultas. Hal itu sekaligus membuatnya mendapatkan lebih banyak waktu untuk mengakses buku.