PSM UGM Jadi Jawara FFN 2018

187
Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada meraih prestasi tertinggi di ajang Festival Folklore Nusantara 2018. Foto : Istimewa
Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada meraih prestasi tertinggi di ajang Festival Folklore Nusantara 2018. Foto : Istimewa

KAGAMA.CO, JAKARTA – Membawakan lagu wajib Tanah Airku dan lagu Janger dari Bali, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada sukses menjadi juara Festival Folklore Nusantara (FFN) 2018 yang digelar Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta, Sabtu (27/10/2018).

Berkat prestasi ini, PSM UGM dengan dirigen, Bernardinus Onnang Krisna Aji, berhak memboyong Piala Presiden dan uang pembinaan sebesar Rp100 juta.

Sementara posisi kedua ditempati Paduan Suara Mahasiswa Cantus Frimus Universitas Sanata Darma dan peringkat ketiga diraih Paduan Suara Mahasiswa Suara Satata Cakti Universitas Negeri Malang.

“Persiapan kami sekitar enam bulan. Materi tim sama dengan tim yang ikut di Busan Choral Festival and Competition (BCFC) ke-14, 17-20 Oktober 2018. Bedanya, tim kami berjumlah 38 orang, sedangkan yang di Festival Folklore Nusantara ini ada 30 orang,” tutur Louisa Della, ofisial tim PSM UGM.

Menurut Della, 12 kontestan yang tampil di putaran final FFN 2018  ini memiliki kemampuan dan kualitas hampir merata sehingga persaingan jelas ketat. “Walau begitu kami optimistis dan percaya bisa menjadi juara,” ujar Della.

FFN 2018 sendiri diselenggarakan oleh Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri (HIMPUNI) untuk menyambut 90 tahun Sumpah Pemuda.

Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada meraih prestasi tertinggi di ajang Festival Folklore Nusantara 2018. Foto : Istimewa
Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada meraih prestasi tertinggi di ajang Festival Folklore Nusantara 2018. Foto : Istimewa

FFN 2018 merupakan yang pertama digelar oleh HIMPUNI yang saat ini di bawah komando Koordinator Presidium II, yakni Ketua Harian PP KAGAMA Budi Karya Sumadi.

“Ke depan, saya berharap FFN ini akan menjadi agenda rutin dari HIMPUNI dan kian bertambah pesertanya. FFN jadi ajang prestasi sekaligus meningkatkan semangat nasionalisme dan rasa cinta pada budaya Indonesia di kalangan mahasiswa,” ujar Ketua Umum Penyelenggara FFN 2018, Ari Dwipayana.

Sementara itu, Koordinator Presidium II HIMPUNI Budi Karya Sumadi mengapresiasi peran serta kinerja seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya penyelenggaraan FFN 2018.

“Sembilan puluh tahun Sumpah Pemuda merupakan waktu yang panjang. Sebagai bangsa, kita bertahun-tahun menyatu.”

“Lalu, kita hadirkan lagi hari ini di FFN 2018. Budaya dan lantunan lagu dipilih sebagai tali pengikat kepada kita semua. Menandakan bahwa kita adalah Indonesia,” tutur Menteri Perhubungan tersebut.

Putaran final FFN 2018 diikuti oleh 12 perguruan tinggi di Tanah Air, terdiri dari delapan perguruan tinggi negeri dan empat perguruan tinggi swasta.

“Dari proses seleksi ada 56 tim paduan suara yang mendaftar, lantas satu tim mengundurkan diri. Mereka mengirimkan video penampilan dan dinilai oleh dewan juri. Terpilih 12 tim yang tampil di putaran final FFN 2018. Selamat PSM UGM yang menjadi juara tahun ini,” pungkas Ketua Bidang Kompetisi dan Seleksi FFN 2018, Kusuma Prabandari I Rita. (jos)